Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Nilai Ekspor Tinggi, Perhutani Pati Siapkan 700 Hektare untuk Ditanami Umbi Porang

0 7.317

MURIANEWS, Pati – Asosiasi Petani Porang Pati (Asperati) bersama dengan investor dan Perhutani Pati menanam umbi porang di petak 136 RPH Guyangan BKPH Kwawur. Penanaman itu lantaran umbi porang mempunyai nilai ekonomi tinggi, terutama di pasar luar negeri.

Atas dasar itu, Perhutani Pati menyiapkan lahan seluas 700 hektare untuk penanaman komoditas baru ini. Lahan itu diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar hutan untuk menambah pendapatan.

Administratur KPH Pati Sukidi menyebutkan, 700 hektare lahan yang disiapkan berada di beberapa titik. Yakni di Winong seluas 500 hektare, Pucakwangi 100 hektare, dan Tlogowungu 100 hektare.

“Porang sangat membantu tugas perhutani karena hutan kota terjaga. Jadi tanaman perhutani tidak rusak. Ini suatu bentuk pemanfaatan hutan,” katanya.

Meski begitu, ia tetap meminta masyarakat yang tergabung dalam Asperati bisa tetap menjaga tanaman sebaik mungkin. Terlebih lagi umbi porang saat ini menjadi primadona dalam hal keuntungan.

“Kami harap 700 hektare ini bisa dimaksimalkan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Asperati Saiful Hidayat mengucapkan banyak terimakasih kepada Perhutani atas kerjasama yang dijalin. Apalagi, penanaman umbi porang sebenarnya tidak begitu susah. Bagi para petani, pola tanam umbi porang sudah dipraktikkan sejak lama.

“Penanamannya sangat mudah, para petani pasti bisa menanam ini. Apalagi, umbi porang memang tanaman di bawah tegalan. Sehingga sangat tepat apabila ditanam di tengah hutan,” katanya, Kamis (23/1/2020).

Hanya, lanjutnya, tanaman ini mempunyai masa panen lebih panjang, yakni berkisar antara 1,5 hingga dua tahun. Namun, sekali panen hasilnya sangat memuaskan. Karena, untuk satu pohonnya bisa menghasilkan higga tiga kilogram sampai lima kilogram. Sementara untuk katak atau buah porang, bisa panen hingga dua kali. Sehingga itu sangat menguntungkan bagi para petani.

“Jadi Petani tidak perlu khawatir dengan tanaman ini. Di Pati sudah menyeluruh seperti di Sukokilo, Tambakromo,Gabus, Gembong, Tlogowungu Dukuhseti, Gunungwungkal. Jadi ini merata. Secara luasan, kita data ada 300 hektare. Dan itu terus bertambah,” imbuhnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.