Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dianggap Remeh, Banyak Nelayan Jepara Abaikan Life Jacket saat Melaut

MURIANEWS, Jepara – Penggunaan life jacket atau jaket pelampung saat ini masih sering diabaikan oleh nelayan Jepara. Kebanyakan, para nelayan ini menganggap remeh fungsi life jacket saat melaut. Padahal, alat ini sangat bermanfaat untuk menyelamatkan diri saat terjadi kecelakaan kapal di laut.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Korps Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Jepara Iptu Lukman Fuadi, Kamis (23/1/2020).  Menurutnya, kasus kecalakaan laut di Jepara sering terjadi. Namun sayangnya, penggunaan life jacket oleh para nelayan masih belum sepenuhnya menjadi budaya keselamatan bagi mereka sendiri.

”Masih ada saja nelayan yang saat melaut tidak melengkapi dirinya dengan jacket penyelamat. Ini memang menjadi keprihatinan kami jajaran Polairud Jepara. Padahal life jacket sangat penting untuk mengantisipasi keadaan darurat di lautan,” ujar Iptu Lukman Fuadi, Kamis (23/1/2020).

Sesuai aturan, sebenarnya perlengkapan life jacket harus digunakan saat mereka para nelayan melaut. Hal ini akan sangat berguna saat mereka menghadapi situasi darurat di tengah laut. Ketika terjadi laka laut, maka peluang selamat masih cukup besar karena nelayan masih bisa mengapung lebih lama.

Selain itu, jaket pelampung jauh lebih menjamin keselamatan nelayan ketika terjadi kecelakaan di laut. Hal ini jika dibandingkan dengan alat bantu lain yang digunakan untuk mengapung. Biasanya para nelayan harus berjibaku dengan menggunakan jeriken air atau stereo foam bekas yang mereka bawa.

”Kami selalu mengingatkan, setiap kali menemukan nelayan tidak membawa jaket pelampung. Dalam berbagai kesempatan bertemu di forum nelayan, kami juga sudah sampaikan mengenai aturan penggunaan jaket penyelamata ini. Namun kadang-kadang tetap saja masih ada yang tidak melengkapi saat pergi melaut,” keluhnya.

Pihaknya berharap para juragan kapal atau pemilik kapal mengindahkan ketentuan ini. Keselamatan anak buah kapal harus diperhatikan dengan serius, karena ini juga merupakan penghormatan kemanusiaan. Himbuan ini disampaikan, karena pada kenyataannya banyak nelayan yang hanya sekadar bekerja untuk orang lain.

Pemberian bantuan jaket pelampung juga sudah sering disampaikan kepada para nelayan. Polres Jepara juga pernah membagikan jaket pelampung secara gratis pada nelayan. Sayangnya kadang masih saja ada yang tidak memanfaatkannya seperti yang diharapkan.

”Jaket pelampung yang sudah diberikan jangan hanya jadi pajangan, tapi harus dipakai saat melaut. Kecelakaan laut selalu terjadi pada saat tak terduga. Kalau hanya ditaruh, saat terjadi kecalakaan tidak ada kesempatan lagi mengenakannya,” tegas Iptu Lukman Fuadi.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...