Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Usulkan Sistem Rujukan BPJS Dicabut, Ganjar Larang RS di Jateng Tolak Pasien Miskin

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganar Pranowo mengusulkan agar sistem rujukan dalam BPJS Kesehatan dihapus. Karena sistem itu dinilai terlalu berbelit-belit dan menyusahkan pasien.

“Rujukan itu membosankan. Sistem rujukannya mesti diubah. Yang begini-begini ini akan memotong rantai-rantai birokrasi dan penanganan kesehatan bisa cepat,” kata Ganjar, Rabu (22/1/2020).

Selain memotong rantai birokrasi, dengan pemotongan sistem itu pelayanan kesehatan dianggap bisa lebih cepat. Karena menurut dia, ada dua hal yang harus diutamakan dalam pelayanan kesehatan yakni cepat dan mudah.

Ganjar mengatakan telah berkonsultasi dengan BPJS untuk merealisasikan hal tersebut. Bahkan beberapa rumah sakit telah menawarkan konsep pelaksanaan inovasi rujukan itu.

“Sudah kami obrolkan (dengan BPJS) dan sekarang rumah sakit sedang mencoba suatu sistem yang terintegrasi, apakah membuat kantor bersama atau meja bersama untuk disampaikan. Kemarin beberapa rumah sakit punya gambaran, karena memang punya pengalaman,” ujarnya.

Ganjar juga kembali menegaskan jika seluruh rumah sakit di Jateng dilarang menolak pasien, terutama pasien miskin. Ganjar menegaskan pelayanan kesehatan harus mengutamakan sisi kemanusiaan.

“Itu berlaku untuk seluruh rumah sakit. Jangan pernah menolak pasien miskin. Karena kalau mereka ditolak itu sakit (hati). Kami titip, jaga integritas,” pesan Ganjar.

Baca: Tujuh Rumah Sakit Pemprov Jateng Ini Diharamkan Tolak Pasien

Jikapun ada warga miskin yang tidak memiliki kartu BPJS, Ganjar memerintahkan agar rumah sakit membuat satu manajemen yang bisa mengakomodasi mereka. Harapannya, agar masyarakat merasa dibantu dan dipermudah.

“Ada cara-cara mereka yang bisa dilakukan sendiri dengan iuran, BAZNAS dan sebagainya. Untuk yang biasanya belum punya BPJS dan tidak mampu kita bantu. Kita bergotong royong,” terangnya.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...