Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Geger Kabar Penculikan Bocah SD di Kudus, Begini Penjelasan Polisi

0 281

MURIANEWS, Kudus – Seorang bocah kelas 2 SD berinisial YA (9) di Kecamatan Jati, Kudus, dikabarkan lolos dari aksi penculikan setelah menangis dan berteriak-teriak, Selasa (21/1/2020). Kabar ini pun beredar luas di media sosial dan bikin geger.

Kabarnya, pelaku merupakan dua orang pria yang mengendarai sepeda motor. Para pria itu disebut sempat hendak membawa YA, namun gagal setelah bocah itu berteriak dan dipergoki warga.

Aksi yang diduga penculikan ini terjadi saat YA pulang sekolah berjalan kaki di seputaran jalan Dukuh Dopang, Megawon, Kecamatan Jati. Aksi itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.

Namun kabar tentang penculikan ini dibantah polisi. Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo mengatakan jika kabar burung tersebut tidaklah benar.

Bambang menyebut, jika yang terjadi bukanlah penculikan. Melainkan dua orang yang diduga menculik baru sebatas akan menawarkan bantuan.

“Setelah kami tanya baik bapak, ibu, dan anaknya, ternyata hanya sebatas awe-awe (memanggil) saja,” katanya.

Soal YA yang sempat berteriak dan menangis, kata Bambang, merupakan kebiasaan yang diajarkan orangtua YA pada dirinya. Orang tua YA memang mengajarkan apabila ada orang tak dikenal membujuk YA, maka YA harus teriak dan menangis.

“Karena itulah YA menangis, sekali lagi untuk penculikan tidak ada,” tegasnya.

Walau demikian, pihaknya tetap mengimbau pada semua orang tua untuk tetap mengawasi dan memantau anaknya. Terutama mereka yang bersekolah jauh dari rumah.

“Tentu kami tetap mengimbau untuk terus mengawasi anak-anaknya terutama saat pulang sekolah,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, para orang tua juga diharapkan tidak membiarkan anaknya pulang sendirian saat pulang sekolah.

Wali kelas maupun guru juga diminta untuk waspada apabila ada orang tak dikenal yang mengaku utusan orang tua siswa untuk menjemput anak didiknya.

“Jangan dibiarkan untuk pulang terlebih dahulu sebelum memastikan pada orang tuanya,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.