Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pemkab Kudus Naikkan Tarif Pajak Bumi dan Bangunan, Disiapkan Keringanan

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai memberlakukan tarif pajak bumi dan bangunan (PBB) yang baru. Hal ini dilakukan setelah ada penyesuaian nilai jual objek pajak (NJOP) karena sejak dikelola pemkab pada tahun 2013, belum pernah dilakukan penyesuaian tarif.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono mengatakan, Pemkab Kudus tahun ini mulai memberlakukan penyesuaian NJOP. Berdasarkan peraturannya, NJOP bumi dan bangunan setiap tiga tahun dapat dilakukan peninjauan kembali.

“Sedangkan di Pemkab Kudus sejak tahun 2013 belum pernah dilakukan peninjauan,” katanya, Selasa (21/1/2020).

Ia mengatakan, dengan dasar itu tahun ini pihaknya menaikan NJOB yang berdampak pada tarif PBB. Meskipun demikian menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kenaikan tersebut.

“Apalagi NJOP yang ditetapkan masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga jual tanah di pasaran saat ini,” ujarnya.

Eko menjelaskan, NJOP PBB dengan nilai sampai dengan Rp 1 miliar, tarif pajaknya ditetapkan 0,1 persen. Sedangkan di atas Rp 1 miliar tarif pajaknya 0,2 persen.

Penerapan pajak NJOP Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (P2) juga berdampak adanya Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB. Hal ini karena tekena perubahan tarif pajak dari 0,1 persen menjadi 0,2 persen, sebab adanya penambahan total NJOP yang terbilang signifikan.

“Meskipun demikian, kami akan memberikan keringanan terhadap wajib pajak yang terkena kenaikan pajak lebih dari 100 persen dengan mengajukan permohonan,” jelasnya.

Melalui penyesuaian NJOP itu, diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mencapai kenaikan target pendapatan daerah. Apalagi target pajak daerah pada tahun 2020 ini dinaikkan hingga Rp 29 miliar.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...