Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jumlah Anak Punk di Jalanan Jepara Beberapa Bulan Terakhir Semakin Banyak

0 293

MURIANEWS, Jepara – Keberadaan anak-anak jalanan yang biasa disebut ‘anak punk’, dalam beberapa bulan terakhir marak di Jepara. Mereka menimbulkan keresahan warga karena penampilan dan gaya hidup mereka.

Menurut Anwar Sadat, Kabid Penegakan dan Penertiban di Satpol PP Jepara, keberadan anak punk cukup meresahkan masyarakat. Seperti beroperasi di perempatan jalan serta traffic light untuk mengamen atau sekadar meminta uang kepada pengguna jalan.

Bahkan ada beberapa yang menyetop kendaran secara tiba-tiba, dan ini dapat memicu terjadinya kecelakaan. Lebih dari itu, mereka juga kadang tidur di sembarang tempat pada fasilitas umum.

Sehingga menimbulkan sikap antipati warga. Apalagi kadang ada juga yang berbuat onar atau kriminal.

Berdasarkan data jumlah anak punk yang dirazia Satpol PP Jepara, jumlah anak punk yang berkeliaran di jalanan Jepara mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2019 lalu petugas berhasil mengamankan 90 anak punk.

Mereka ada yang berasal dari Jepara, namun juga ada yang merupakan pendatang dari luar Jepara. Menginjak tahun 2020, jumlah mereka menunjukan peningatan.

Memasuki Januari 2020 saja, jumlah mereka sudah mencapai 54 orang yang terazia.

“Terakhir ada 27 anak punk yang berhasil diamankan. Sebanyak 18 orang di antaranya langsung dimasukan dalam program rehabilitasi di BLK Pecangaan. Sedangkan 6 orang dikembalikan ke orang tua karena berstatus pelajar. Sementara 3 orang lainnya, diketahui sudah bekerja, dan kami lepas kembali dengan syarat,” ujar Anwar Sadat, Senin (20/1/2020).

Baca: Puluhan Anak Punk di Jepara Dirazia, Direhabilitasi Sepekan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jepara Edy Sujatmiko, menyatakan Pemkab Jepara menempuh langkah serius terhadap penanganan anak-anak punk ini.

Pemkab Jepara melakukan program rehabilitasi yang dipusatkan di Gedung BLK (Balai Latihan Kerja) Pecangaan, Jepara. Semua anak punk yang dirazia dimasukan dalam program ini.

Penanganan ini akan dilakukan secara komprehensif melibatkan berbagai institusi. Mereka akan mendapatkan beberapa pendekatan agar mendapatkan sebuah pencerahan. Mulai pembentukan karakter, olah raga, bimbingan rohani, motivasi, konseling psikologi dan kegiatan lainnya.

“Barangkali di Jawa Tengah baru Kabupaten Jepara yang menempuh langkah ini untuk menangani anak-anak punk. Pemkab Jepara prihatin dengan keberadaan mereka. Diharapkan mereka bisa kembali menjadi baik dan bisa kembali ke keluarga masing-masing,” pungkasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.