Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Disidak Ketua DPRD dan Dandim Jepara, Alat Berat Galian C di Tulakan Tiba-Tiba Raib

0 607

MURIANEWS, Jepara – Para petani di Desa Tulakan, Donorojo, Jepara menyatakan penolakannya terhadap aktivitas tambang galian C. Mereka meminta agar kegiatan penambangan ditutup untuk selamanya.

Sikap penolakan tersebut dilakukan saat menerima sidak Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali dan Dandim 0719/Jepara Letkol Suharyanto, Senin (20/1/2020) di lokasi galian C.

Menurut warga Tulakan, kegiatan penambangan yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir, telah menimbulkan kerusakan pada sistem pengairan pertanian mereka.

Masrukan, salah seorang tokoh petani di Desa Tulakan, menyebut, selain tidak ada izin resmi, kegiatan ini telah menimbulkan masalah bagi para petani. Sistem pengairan bagi para petani mengalami kendala, karena adanya penambangan pasir dan batu.

“Beberapa waktu lalu, saluran irigasi jebol. Sehingga kami tidak bisa menggarap sawah. Sejak ada penambangan, ketersediaan air menjadi berkurang untuk kebutuhan para petani. Ratusan hektare sawah bergantung pada saluran air yang ada. Jadi kami menolak adanya penambangan ini, bahkan kalau dilengkapi izin sekalipun,” ujarnya.

Menurut warga Tulakan lainnya, kegiatan penambangan dilakukan oleh pihak-pihak dari luar Jepara. Selama ini, pekerja tambang memang melibatkan beberapa warga setempat.

Namun sebagian besar hasil tambang justru dibawa ke wilayah Pati. Kawasan seluas lebih dari dua hektare, saat ini terlihat ‘krowak’ karena ditambang menggunakan alat berat.

Sebelum dilakukan sidak, sebenarnya masih ada beberapa pekerja yang berada di lokasi penambangan. Sehari sebelumnya alat berat dan puluhan truk pengangkut masih beroperasi.

Namun pada saat dilakukan sidak oleh para pejabat Jepara, alat berat dan truk-truk berikut pekerjanya raib.

Kegiatan ini sudah lama menimbulkan persoalan di masyarakat Desa Tulakan. Pernah dilakukan mediasi dengan pihak-pihak yang berseteru dalam persoalan ini.

Aktivitas galian C sempat dihentikan beberapa hari pascamediasi, namun kegiatan tersebut kembali berlangsung.

Menanggapi sikap warga, Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali berjanji akan mempertemukan semua kepentingan yang ada. Persoalan ini harus disikapi dengan serius.

Untuk sementara, sampai ada hasil pembicaraan lebih lanjut kegiatan penambangan dinyatakan ditutup.

“Kegiatan ini sementara ditutup sampai ada hasil pembicaraan lebih lanjut dari semua pihak yang berkepentingan. Kami harus mendengar apa yang disampaikan warga. Nanti pelaku penambangan akan kami panggil,” pungkasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.