Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Hektare Sawah di Jateng Puso Kena Banjir, Petani Diberi Asuransi

0 117

MURIANEWS, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mencatat ada ribuan hektare sawah di provinsi ini tergenang banjir. Dari jumlah itu, sebanyak 154 hektare lahan sudah mengalami puso atau gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng Suryo Banendro menyatakan, dalam kurun waktu Desember 2019 -Januari 2020, total lahan pertanian yang terendam air akibat cuaca ekstrem 5.722 hektare. Luasan lahan ini tersebar di 12 kecamatan.

Sementara yang dipastikan mengalami puso sebanyak 154 hektare menurut dia, telah disiapkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Tiap hektare lahan puso akan mendapatkan uang Rp 6 juta tanpa premi.

“Untuk yang puso kami siapkan AUTP. Tahun 2020, dari APBD Jateng 35.000 hektare dan dari pusat ada 200.000 hektare. Untuk yang dari provinsi itu tanpa premi, kami yang tanggung,” katanya.

Ia menyatakan, asuransi itu hanya diberikan untuk lahan puso. Sebab, lahan yang mengalami puso tidak bisa diharapkan untuk tumbuh kembali.

“Beda kalau banjir, masih bisa hidup. Atau tergenang tapi tidak keseluruhan, ada batang yang muncul lebih tinggi dari air. Itu kemungkinan masih bisa tumbuh,” ujarnya.

Menurutnya, asuransi itu akan diberikan kepada petani yang sudah terdaftar, melalui kelompok-kelompok tani resmi yang terdaftar di Kementerian Pertanian.

“Nanti, laporannya bisa lewat kelompok tani masing-masing. Kami akan cek, benar puso atau tidak. Klaim asuransi paling lama tiga bulan sudah cair. Itu sudah cepat,” terangnya.

Selain AUTP, pihaknya juga menyediakan pinjaman alat untuk tanam secara gratis bagi lahan puso yang akan ditanai lagi. Di antaranya traktor, alat tanam mesin dan pompa.

“Sementara bantuan benih lewat kabupaten karena penganggaran ada di kabupaten. Ini untuk percepatan tanam lagi,” paparnya.

Saat ini, lahan yang terdampak cuaca ekstrem adalah ladang bawang merah (Tegal dan Brebes) dan jagung (Grobogan, Brebes dan Tegal). Ia juga menyebut, saat ini dari total yang tergenang atau banjir, sudah ada yang surut sekitar 4000 hektare.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.