Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Subsidi Gas Melon Dicabut, Begini Kata Dinas Perdagangan Kudus

MURIANEWS, Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mengatakan apabila subsidi pada gas melon tiga kilogram jadi dicabut oleh pemerintah pusat, maka akan menimbulkan inflasi. Hal tersebut dikarenakan bertambahnya nominal yang akan dikeluarkan pembeli gas elpiji melon tersebut.

“Bisa saja inflasi, pangkalan juga bisa semakin banyak,” ucap Kabid Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Imam Prayitno.

Meski demikian, sisi baiknya adalah subsidi dari gas elpiji melon bisa dialihkan ke ranah yang lain. Karena diakui atau tidak, banyak warga dari kalangan mampu yang masih membeli gas melon bersubsidi.

“Jadi bisa tepat sasaran untuk ranah yang lain,” katanya.

Pihaknya pun akan mengawasi kebutuhan elpiji di Kabupaten Kudus secara keseluruhan. Hal tersebut dikarenakan pihaknya tidak memiliki kewenangan terkait elpiji 3 kg bersubsidi. Sama halnya seperti bahan bakar minyak (BBM).

“Masyarakat juga bisa memilih apakah tetap akan menggunakan elpiji 3 kg yang sudah non subsidi atau ke elpiji 5,5 kg ataupun malah akan beralih ke elpiji 12 kg,” terangnya.

Sementara itu David Budi Agung, salah satu agen elpiji di Kudus menyatakan pihaknya bersama agen – agen elpiji lainnya tetap menunggu informasi selanjutnya dari pemerintah. “Semua agen akan menunggu kelanjutan dari wacana tersebut,” terangnya.

Seperti Diketahui, Pemerintah berencana menghapus subsidi elpiji 3 kg mulai semester dua tahun ini. Subsidi akan diberikan langsung ke warga yang berhak, dan harga elpiji 3 kg akan menjadi harga pasar.

Diperkirakan, harga elpiji 3 kg nanti akan mencapai Rp 35.000 per tabung. Saat elpiji 3 kilogram menjadi harga pasar, maka subsidi akan diberikan langsung ke warganya. Sebelumnya, di Kudus dalam Perbub sudah diatur bahwa HET elpiji 3 kg ditingkat pangkalan sebesar Rp 16.000.

Di pasaran seharusnya adalah Rp 18.000 per tabung. Namun faktanya, di pasaran berkisar antara Rp 20.000 – Rp 22.000 per tabung. Bahkan bisa lebih dari harga tersebut.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...