Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hampir Separuh APBD Jepara Habis untuk Gaji Pegawai

0 243

MURIANEWS, Jepara – Jumlah pegawai di Kabupaten Jepara jumlahnya mencapai 13.127 orang, sampai Januari 2020 ini. Komposisinya, ada 7.917 pegawai berstatus sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) atau PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan 5.210 orang lainnya bestatus pegawai honorer/ harian lepas.

Lalu berapa biaya untuk menggaji mereka?.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara Diyar Susanto menyatakan, dengan jumlah pegawai sebanyak itu, semua penggajian dibebankan ke APBD Jepara. Pada tahun 2020 ini jumlah APBD Jepara mencapai Rp 2,4 triliun.

Untuk kebutuhan gaji pegawai secara lengkap, dari APBD Jepara 2020 terserap sekitar 43 persen. Dengan kata lain, hampir separuh APBD 2020 Jepara tersedot untuk kebutuhan ini.

Padahal, jumlah pegawai yang ada di Jepara sendiri, jika dibandingkan kebutuhan yang ada masih kurang.

“Memang seperti itu kenyataannya. Kebutuhan belanja gaji pegawai di Kabupaten Jepara memang menyerap hampir separuh APBD 2020 Jepara,” ujar Diyar Susanto, Kamis (16/1/2020).

Meski demikian, Diyar Susanto memastikan, pembayaran gaji untuk ASN tetap sesuai dengan peraturan pemerintah.

Sementara untuk penggajian pegawai honorer atau harian lepas, ditentukan sesuai dengan beban tugas dengan upah harian. Besaran upah harian yang diberikan kisarannya antara Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu per hari, disesuaikan dengan beban kerja.

Agar beban anggaran belanja pegawai tidak semakin berat, Pemkab Jepara juga sudah  mengeluarkan kebijakan. Kepada masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah), saat ini sudah disampaikan untuk tidak lagi merekrut pegawai harian lepas.

“Sesuai dengan PP Nomor 49 tentang manajemen pegawai, semua OPD sudah tidak diperkenankan untuk menambah pegawai harian lepas. Hal ini berlaku untuk sampai lima tahun ke depan. Aturan ini sudah kami sampaikan ke masing-masing OPD,” tegas Diyar Susanto.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.