Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Terjaring Razia Satpol PP, Pelajar Asal Demak Diduga Bawa Obat Aborsi

0 1.217

MURIANEWS, Jepara – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara, mendapati sepasang siswa yang keluyuran di luar pada jam sekolah, Rabu (15/1/2020), saat melakukan razia. Pasangan siswa dari salah satu sekolah di Kabupaten Demak tersebut, terjaring saat berada di kawasan Pantai Teluk Awur, Tahunan, Jepara.

Setelah mereka dibawa ke kantor Satpol PP Jepara, ditemukan sejumlah obat di dalam tas salah satu di antara mereka. Dari tas milik siswa berinisial RR ditemukan beberapa jenis obat yang mencurigakan.

Temuan ini kontan menerbitkan keterkejutan para petugas Satpol PP yang menginterogasinya.

“Awalnya kami hanya melakukan patroli rutin terhadap keberadaan anak punk yang marak di Jepara. Juga siswa-siswa yang keluyuran pada jam sekolah. Dari warga ada informasi sepasang siswa sedang berduaan di Teluk Awur. Kamipun langsung membawa mereka untuk kami berikan pembinaan,” ujar Anwar Sadat, Kabid Penegakan dan Penertiban Satpol PP Jepara, Rabu (15/1/2020).

Dalam tas siswa laki-laki berinisial RR, pihaknya menemukan amplop berisi dua paket obat yang terdiri dari empat jenis. Selain itu juga ada enam lembar resi bukti pengiriman paket yang sama.

Karena curiga, selanjutnya pihaknya berkoordinasi dengan apoteker dari Dinkes Kabupaten Jepara.

Pengecekan yang dilakukan petugas Dinkes Jepara akhirnya memastikan jenis-jenis obat yang dibawa tersebut. Ada Allopurinol yang biasa digunakan untuk obat asam urat, Voltadex (obat anti nyeri), M Kapsul (pelancar haid) dan Cytotec.

“Obat Cytotec inilah yang membuat kami curiga. Obat ini dijelaskan oleh petugas Dinkes biasa untuk obat tukak lambung. Namun biasanya obat ini sering disalahgunakan untuk menggugurkan kandungan. Karena curiga kami sampaikan ini ke Polres Jepara,” jelas Anwar Sadat.

Satu hal menambah kecurigaan adalah obat-obat tersebut dijadikan dalam satu paket. Meski tidak secara langsung menjadi obat penggugur kandungan, namun racikan obat-obat tersebut tidak diketahui efeknya. Karena itu kasus ini kemudian diteruskan ke Polres Jepara.

RR sendiri mengaku mendapatkan dari beberapa orang dan sebagian lagi dibeli di apotek. Khusus Cytotec, RR mengaku membelinya secara online. Soal kegunaan obat-obat tersebut dirinya mengaku tidak mengetahui persis. Dirinya hanya meniru paket-paket obat yang ada.

Secara terpisah Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Yosi Andi Sukmana menyatakan masih akan menyelidik kasus ini. Pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan lebih jauh mengenai hal ini.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.