Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

OPINI

Menyederhanakan Pengajaran Bahasa Inggris

0 249
Muslimin M.Pd *)

HINGGA sampai saat ini, bahasa Inggris adalah bahasa global yang digunakan oleh masyarakat internasional dalam segala aspek. Mulai dari aspek pendidikan, bisnis usaha, hubungan diplomasi antarnegaradan lain sebagainya.

Penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional bagi para siswa adalah sebuah keniscayaan sebagai bekal ke depan di mana dunia internasional sudah di depan mata. Mau tidak mau suka ataupun tidak kita akan menghadapinya.

Dalam dunia pendidikan, bahasa Inggris berperan penting menjadi salah satu skill yang harus dikuasai oleh siswa. Apalagi dalam iklim global yang semakin kompetitif ini, siswa dituntut untuk mampu bersaing dengan siswa lain secara sportif dalam keahlian bahasa asing. Maka tidaklah heran kalau bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang harus dikuasai oleh siswa baik itu yang berbentuk komunikasi (conversation) ataupun yang berbentuk dalam penyusunan kalimat (Grammar).

Namun sayangnya, bagi sebagian siswa masih beranggapan kalau bahasa Inggris adalah pelajaran bahasa asing yangsulit dipelajari oleh mereka. Dan anggapan itu akhirnya yang menyulitkan mereka dalam belajar bahasa Inggris.Memang harus kita akui, masih banyak siswa yang beranggapan seperti itu. Ada beberapa faktor penyebab siswa beranggapan Bahasa Inggris sulit dipelajari.

Pertama guru dalam melakukan aktivitas pengajaran tidak runtut dalam menyampaikan materi bahasa Inggris dan lebih merujuk kepada buku LKS (Lembar Kerja Siswa). Sehingga inilah yang membuat siswa merasa kesulitan dan beranggapan bahwa bahasa Inggris sulit dipelajari. Guru lebih mengejar target bagaiamana menyelesaikan buku LKS-nya ketimbang membuat siswa faham bahasa Inggris.

Kedua, suasana belajar yang monoton hanya di dalam kelas terus menerus. Ini salah satu penyebab siswa bosan dengan suasana belajar yang monoton dan terus-terusan seperti itu terus. Imbasnya siswa ketika datang pelajaran merasa tidak nyaman.

Ketiga guru tidak memfamiliarkan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari siswa. Sehingga bahasa Inggris tetap menjadi asing bagi siswa baik itu di telinga ataupun di pengucapannya.

Keempat, belum adanya penjelasan yang mendasar antara perbedaan belajar bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sehingga inilah yang membuat siswa masih bingung dalam mempelajari bahasa Inggris. Harusnya siswa dikasih tahu sejak dini bahwa ada perbedaan yang mendasar dalam belajar bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Ada beberapa solusi dalam mengatasi kesulitan belajar bahasa Inggris

Pertama ketika belajar bahasa Inggris tanamkan dalam hati dan harus punya keyakinan bahwa belajar bahasa Inggris adalah mudah dan bisa dipelajari. Ini bisa memberi sugesti kepada psikologi anak, bahwa bahasa Inggris bisa dipelajari dan tidak sulit.

Kedua bagaimana seorang guru bisa memberikan pemahaman dan penyederhanaan dalam mengajar bahasa Inggris. Belajar bahasa adalah bagaimana kita belajar habitual action (kebiasaan sehari-hari). kebiasaan inilah yang perlu dilakukan guru kepada siswa agar bahasa Inggris yang dipersepsikan sebagai bahasa asing baik di pendengaran ataupun di pengucapan tidak menjadi asing lagi.

Namun menjadi familiar karena sering di dengar dan sering juga diucapkan. Sehingga memudahkan siswa dalam belajar karena sering mendengar dan sering mengucapkan. Misalnya mulai dari menyapa dengan good morning, good afternoon dan good evening. Dan hal ini dibiasakan setiap hari didengar dan diucapkan oleh siswa.

Ketiga adalah perbedaan pelajaran bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia titik beratnya adalah ada di keterangan waktu. Karena kalau dalam bahasa Indonesia perubahan keterangan waktu tidak mengubah predikat atau kata kerja. Sedangkan dalam bahasa Inggris berubahnya keterangan waktu akan memengaruhi perubahan kata kerja atau verbnya.

Satu contoh misalnya dalam bahasa Indonesia, saya menulis surat kemarin. Dan saya akan menulis surat besok. Dalam bahasa Indonesia tidak ada perubahan dalam kata kerja atau predikat. Kata kerja ’menulis’ masih tetap dan sama,  baik itu dengan keterangan waktu kemarin dan keterangan waktu besok.  Sedangkan dalam penyusunan bahasa Inggris itu akan mengubah predikat atau verbnya. Contohnya I wrote a letter yesterday (saya menulis surat kemarin) sedangkan yang satu jadinya I will write a letter tomorrow (saya akan menulis surat besok). Hal inilah yang perlu ditekankan bahwa ada perbedaan antara belajar bahasa Indonesia dan belajar bahasa Inggris.

Keempat adalah metode pengajaran yang variatif dan menyenangkan. Artinya belajar tidak mesti monoton di dalam kelas terus. Bagaimana membuat pengajaran dengan suasana yang menyenangkan dan siswa tidak bosan. Untuk mnghilangkan itu, siswa bisa diajak keluar kelas dan mengadakan pengajaran di luar kelas dengan suasana yang santai.

Misalnya dengan cara lesehan duduk bersama-sama. Biasanya dengan cara pengajaran seperti ini, anak-anak merasa nyaman dan senang pengajaran bisa berhasil.

Inilah beberapa hal yang bisa mengurai kesulitan siswa dalam belajar bahasa Inggris.Dengan mengurai permasalahan belajar bahasa Inggris dan menyederhanakannya semoga mempermudah anak-anak dalam memahami bahasa Inggris.

 

*)Penulis adalah Dosen STIBI Syekh Jangkung (Sekolah Tinggi Ilmu Budaya Islam) Pati

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.