Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Muncul Keraton Sejagat di Purworejo, Polda Kerahkan Intel dan Reserse

0 1.955

MURIANEWS, Semarang – Sejumlah orang mengklaim pendirian Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Kemunculan keraton yang berpusat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo ini membuat geger.

Kerajaan ini Kerajaan dipimpin pasangan suami istri yakni Totok Santosa Hadiningrat dan Dyah Gitarja. Kelompok ini mengklaim sebagai kekaisaran dunia yang muncul setelah berakhirnya perjanjian 500 tahun yang lalu antara Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan bangsa Portugis sebagai wakil orang Barat atau bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka pada 1518.

Munculnya kerajaan ini membuat berbagai pihak angkat suara. Bahkan Polda Jateng mengerahkan satuan intelijen dan reserse serta jajaran Polres Purworejo untuk melakukan pendalaman dan pengumpulan data-data.

“Kami sudah mendapatkan informasi. Dan jajaran intelijen dan reserse umum bersama Polres Purworejo mempelajari. Kami ingin mengetahui motif apa di balik deklarasi kraton tersebut,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, usai sertijab jajaran kapolres di Mapolda Jateng, Selsa (14/1/2020).

Pengumpulan data tersebut, lanjut dia, berkaitan dengan profil sekaligus aspek legalitasnya. Juga termasuk aspek sosial kultural, dan kesejarahan.

“Negara kita adalah negara hukum. Pertama-tama kita akan mempelajari aspek legalitas,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga angkat suara mengenai munculnya kerajaan ini. Ia meminta pementah daerah setempat berkomunikasi dengan orang yang mengklaim pendirian kerajaan tersebut.

Komunikasi itu menurut dia, penting dilakukan untuk membuktikan apakah betul kerajaan itu tercatat dalam sejarah. Bahkan menurut dia, para ahli dari perguruan tinggi juga perlu dilibatkan.

“Sehingga seluruh dokumen, kalau ada, bisa didiskusikan. Jadi bisa diuji secara ilmu pengetahuan,” kata Ganjar.

Dilansir dari AntaraJateng, Keraton Agung Sejagat ini mulai dikenal publik, setelah mereka mengadakan acara Wilujengan dan Kirab Budaya, yang dilaksanakan dari Jumat (10/1/2020) hingga Minggu (12/1/2020).

Baca: Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Purworejo Akhirnya Ditahan Polisi

Keraton Agung Sejagat, dipimpin oleh seseorang yang dipanggil Sinuwun yang bernama asli Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu yang memiliki nama Dyah Gitarja. Mereka mengklaim mempunyai pengikut mencapai 450 orang.

Penasihat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat menegaskan bahwa Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

Ia mengatakan Keraton Agung Sejagat merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir perjanjian 500 tahun yang lalu. Terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai dengan 2018.

Perjanjian 500 tahun tersebut dilakukan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang Barat atau bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka tahun 1518.

Joyodiningrat menyampaikan dengan berakhirnya perjanjian tersebut, maka berakhir pula dominasi kekuasaan Barat mengontrol dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II. Sehingga kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: AntaraJateng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.