Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Soal Surat Perjanjian Khusus dengan Pengusaha, Bupati Tamzil: Hanya Komitmen Bersama

0 1.883

MURIANEWS, Semarang – Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil tak membantah adanya surat perjanjian antara dirinya dan Wabup Kudus HM Hartopo dengan dua pengusaha penyandang dana dalam Pilkada Kudus 2018 lalu. Namun, Tamzil menyebutnya hanya komitmen bersama .

“Itu biasa saja hanya perjanjian komitmen antara kami,” ucapnya pada MURIANEWS, ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, Senin (13/1/2020).

Lebih rinci, Tamzil menyebut jika komitmen yang dimaksud adalah terkait komunikasi antarkedua pihak. Dengan tujuan agar tetap saling berkomunikasi apabila Tamzil-Hartopo telah menang dalam Pilkada.

“Itu hanya mempertegas hubungan saja, supaya tidak saling melupakan komitmen bersama,” ungkapnya.

Tamzil juga menyebut perjanjian tersebut merupakan hal yang lumrah. Tidak ada poin-poin khusus yang menjurus pada perbuatan yang dirasa merugikan satu atau dua pihak.

“Perjanjian komitmen bersama saja, pada umumnya juga pasti ada perjanjian komitmen seperti ini,” terangnya.

Baca: Nama Pengusaha Penyokong Tamzil Saat Pilkada Terkuak dalam Sidang, Ada Perjanjian Khusus

Sebelumnya, dua nama pengusaha asal Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak disebut menjadi penyokong dana Tamzil saat maju dalam Pilkada Kudus 2018 lalu. Keduanya disinyalir menyumbangan dana mencapai Rp 40 miliar untuk memenangkan Tamzil.

Dua nama itu disebutkan Sekda Kudus Sam’ani Intakoris saat bersaksi dalam sidang kasus jual beli jabatan dengan terdakwa Tamzil di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/1/2020).

Dua nama yang disebut yakni Haryanto dan Noer Halim. Haryanto diketahui merupakan pengusaha bus asal Kudus, dan Noer Halim merupakan pengusaha konstruksi asal Kabupaten Demak.

Dalam kesempatan tersebut, Sam’ani juga mengatakan jika ada perjanjian antara Tamzil-Hartopo dengan dua pengusaha itu. Sam’ani mengaku jika ia sempat diperlihatkan surat perjanjian tersebut.

Surat perjanjian itu sendiri berisi jika saat Tamzil dan Hartopo memerintah Kabupaten Kudus, pelaksanaan mutasi dan penganggaran harus sepengetahuan para pihak yang bertandatangan dalam surat tersebut.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.