Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sempat Tertutup Tumpukan Sampah, Petugas Awasi Pintu Irigasi Sungai Rombong Mayong

MURIANEWS, Jepara – Hujan deras yang mulai terjadi di wilayah Kabupaten Jepara mulai menimbulkan sejumlah masalah. Di Desa Mayong Kidul, Mayong, Jepara, masalah sampah layak mendapatkan perhatian.

Banyak sampah sempat menumpuk di pintu irigasi Bendung Rombong, di desa setempat, setelah terbawa arus air.

Menurut Babinsa Koramil 5 Mayong Pelda Sukirman, usai hujan deras beberapa waktu lalu tumpukan sampah sempat muncul di Pintu Air Bendungan Rombong. Sampah-sampah tersebut berjejal di pintu irigasi Bendung Rombong.

Jika tidak ada penanganan, sampah-sampah tersebut bisa saja menimbulkan sumbatan dan bisa menimbulkan luapan banjir.

Pascahujan, pintu irigasi saluran sungai Rombong Desa Mayongkidul, kondisinya memang memprihatinkan. Tumpukan sampah yang terbawa air irigasi saat hujan dari saluran pemukiman warga, berjejal.

Selain menganggu pemandangan, sampah-sampah ini juga berpotensi menyebabkan tersumbatnya air di pintu irigasi.

“Karena itu saya sudah sampaikan ke pihak terkait untuk selalu melakukan pengecekan terhadap kondisi di pintu air ini. Jika ada tumpukan sampah, ya harus segera dibersihkan lagi. Kalau tidak bisa menimbulkan masalah,” ujar Pelda Sukirman, Senin (13/1/2020).

Ia menyatakan sudah berkoordinasi dengan Kasi Kesejahteraan Desa Mayongkidul Aris Setiawan. Pihaknya sudah  melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi pintu irigasi. Selanjutnya bersama sejumlah pihak, sampah-sampah yang sempat menumpuk sudah dibersihkan.

Menurutnya,  sampah yang sempat menumpuk di pintu masuk irigasi menurutnya merupakan sampah rumah tangga yang diduga berasal dari warga masyarakat sendiri. Hal seperti ini memang memerlukan sebuah usaha penyadaran terhadap masayrakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Hari Jumat lalu sudah dilakukan pembersihan. Selanjutnya pihak desa sudah menugaskan petugas untuk selalu standby membersihkan sampah jika ada tumpukan lagi. Sepertinya memang sampah dari warga sendiri yang dibuang di saluran. Ini harus disadarkan, karena bisa membahayakan,” ungkap Sukirman.

Pihaknya berharap, peran serta pihak pemerintah desa dalam memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada warga terus digalakkan.

Kalau dibiarkan, dan terjadi luapan karena sumbatan sampah, maka luapan air saluran irigasi tidak hanya membanjiri area persawahan saja. Bisa saja meluber ke area pemukiman warga.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...