Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Berantas Hama, Petani Jambean Kidul Pati Gropyok Tikus

MURIANEWS, Pati – Sejumlah petani di Desa Jambean Kidul, Kecamatam Margorejo, Pati bersma anggota kepolisian melakukan brajak atau gropyokan tikus untuk meneka populasi hama tersebut. Mengingat, hama tikus sangat merugikan bagi pertumbuhan padi.

Ketua Paguyuban Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Jambean Kidul Kamelan mengatakan, dari kegiatan tersebut, ada sekitar 52 hama tikus yang berhasil ditangkap.

“Ini kami lakukan setiap musim, agar pertanian di wilayah kami tidak melilu diganggu hama tikus. Karena, kalau tidak dilakukan pembrajakan seperti ini, kami khawatir populasinya akan semakin banyak,” ungkapnya, Senin (13/1/2020).

Diketahui, kerusakan yang diakibatkan hama tikus cukup luas dan hampir terjadi setiap musim. Tikus menyerang semua stadium tanaman padi, baik vegetatif maupun generatif, sehingga menyebabkan kerugian ekonomis yang berarti.

Pada saat padi dalam fase vegetatif, seekor tikus mempunyai  kemampuan untuk  merusak antara 11-176 batang padi per malam. Sedangkan pada fase generatif (bunting hingga panen) semakin meningkat menjadi 24-246 batang per malam.

Kamelan menambahkan, selain brajak tikus pihaknya juga menggunakan metode budidaya burung hantu. Sebab, tikus adalah musuh utama burung hantu.

Apalagi, burung  hantu  adalah  predator yang cukup ganas. Bahkan burung hantu mampu mendeteksi mangsa dari jarak jauh, mampu terbang cepat, mempunyai kemampuan untuk  menyergap  dengan  cepat  tanpa suara.

“Sehingga, burung hantu ini juga sangat efektif untuk meembasmi hama tikus. Kami masih mengembangkan itu,” imbuhnya.

Dirinya berharap, dengan adanya brajak tikus ini, para petani bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal. Sehingga secara ekonomi juga mendapatkan keuntungan yang lebih.

“Selain itu agar populasi tikus di areal persawahan semakin berkurang,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...