Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Waspada! Empat Ribu Ibu Hamil di Kudus Masuk Kategori Beresiko Tinggi

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat kurang lebih ada sekitar 15 ribu ibu hamil selama tahun 2019. ironisnya, empat ribu atau 28 persen di antaranya masuk di kategori kehamilan resiko tinggi (Resti)

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Muslimah mengatakan, tingginya jumlah ibu hamil Resti ini juga mempengaruhi tingginya angka kematian ibu (AKI) maupun angka kematian Bayi (AKB) di Kudus. Total, ada 11 kasus untuk AKI dan 123 kasus untuk AKB di 2019 lalu.

“Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2018,” lanjutnya.

Sedang pada tahun 2018, kata Muslimah, jumlah AKI dan AKB di Kudus juga tergolong meningkat dari tahun sebelumnya. Dimana pada tahun itu, AKI di Kudus mencapai 10 kasus dan AKB sebanyak 115 kasus.

“2018 juga termasuk meningkat dari taun sebelumnya,” katanya.

Untuk kehamilan resti sendiri terjadi pada kasus ibu yang hamil pada usia terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu dekat jarak kehamilannya. Selain itu, kehamilan resti juga terjadi pada ibu yang mengidap penyakit penyerta.

“Seperti anemia, hipertensi, diabetes, leukimia dan penyakit menular seks,” jelasnya.

Ibu dengan kehamilan resti, katanya, memiliki resiko besar melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), bayi lahir cacat atau mengidap penyakit tertentu (warisan dari ibunya).

“ Tentunya ada resiko kesana (kematian ibu atau anak),” tambahnya.

Sedang diketahui, angka kehamilan ibu pada awal 2020 ini telah mencapai 7.973 ibu hamil. Dimana 952 diantaranya merupakan ibu dengan kehamilan resti dan 121 ibu dengan resiko sangat tinggi.

“Ini menjadi PR kami untuk menekan angka kehamilan melalui KB,” katanya.

Pihaknya pun menghimbau kepada masyarakat Kudus agar merencanakan progam kehamilannya. Dari usia ibu, jarak persalinan dan kondisi kesehatan ibu juga harus diperhitungkan. “Kalau sudah punya anak dua atau tiga, dicukupkan saja,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...