Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Wagub dan Warga Angkat Hampir Satu Ton Sampah dari Kali Senged Rembang

MURIANEWS, Rembang – Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen ikut turun langsung membersihkan Kali Senged di Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Rembang, Jumat (10/1/2020). Kali yang dulu jadi primadona warga itu, belakangan memang tengah jadi sorotan, karena banyaknya sampah.

Benar saja, dalam waktu dua jam saja Gus Yasin bersama warga dan TNI/Polri yang turun ke sungai bisa mengumpulkan sampah yang beratnya hampir satu ton.

Yakni tepanya 982 kilogram sampah dari Kali Senged. Rinciannya sebanyak 222 kilogram sampah organik dan 760 sampah anorganik.

“Hari ini kami bersama-sama membersihkan sampah. Ada dari warga, santri, LSM, Koramil, PSDA Jateng, DLHK Jateng, BPBD, bahkan dari KKN Undip . Semoga ini tidak berhenti hari ini saja tetapi bisa secara periodik, setiap hari dilakukan di sini,” kata Gus Yasin.

Ia mengakui jika sungai ini belakangan jadi sorotan karena banyaknya sampah yang menumpuk dan menutup aliran air.

Padahal dulu menurut dia, Kali Senged sangat bersih dan sering digunakan oleh warga untuk beraktivitas.

“Dulu kami sering mandi di sini, setelah main bola sore hari terus mandi di sungai. Saya senang waktu itu orang tua kita langsung mengajarkan kita kebersihan,” ujarnya.

Keadaan Kali Senged dalam beberapa tahun terakhir sudah mengalami perubahan. Sungai bersih yang dulu dilihat setiap hari dipenuhi sampah.

Parahnya lagi, hampir tiap tahun di daerah itu sering dilanda banjir akibat air sungai meluap hingga ke pemukiman warga.

Menurut Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, perubahan wajah Kali Senged itu juga dampak negatif dari pemakaian kantong plastik. Artinya, ketika sampah menumpuk di rumah kemudian dibuang ke sungai.

Gus Yasin juga masyarakat mulai menempatkan dan memilah sampah di rumah. Setelah itu akan ada bank sampah yang mengambil yang sudah dipilah tersebut.

“Saya berharap jika sampah bisa dikurangi, kalau normalisasi sudah dilaksanakan bisa menjadi wisata dan bisa menjadi sumber air bersih untuk masyarakat sekitar. Masyarakat harus mulai budaya menempatkan sampah pada tempatnya,” tandasnya.

Ahmad Kholid, warga sekitar menyebut, kawasan di sekitar Kali Senged, khususnya Desa Karangmangu, sudah beberapa kali dilanda banjir akibat luapan air sungai. Luapan terparah sungai yang melalui sekitar delapan desa di Kecamatan Sarang itu sampai selutut orang dewasa atau kurang lebih 40 sentimeter. Tidak hanya itu, terjangan banjir juga sempat membuat jalan dan jembatan rusak parah.

“Tepatnya kapan saya kurang ingat, tapi dulu jalan sama jembatan sampai ada yang roboh. Kalau air yang masuk perkampungan sampai selutut,” jelasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...