Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Patiayam Darurat Reboisasi, Plt Bupati: Perlu Ada Edukasi

MURIANEWS, Kudus – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menyebut salah satu penanganan Gunung Patiayam yang tengah darurat reboisasi adalah dengan pengedukasian pada masyarakat sekitar. Edukasinya adalah terkait penggantian tanaman musim yang kerap ditanam masyarakat dengan tanaman-tanaman yang berakar kuat seperti tanaman buah-buahan.

“Memang perlu ada edukasi dalam hal penggantian tanaman ini,” ucapnya.

Hartopo menjelaskan, penanaman tanaman musim memang tidak bisa membuat tanah di Gunung Patiayam kuat dan tahan longsor. Hal tersebut dikarenakan jika saat masa panen tiba, tanaman musim akan dibabat habis dan tanah menjadi gundul kembali.

Lain hal jika Gunung Patiayam ditanami tanaman-tanaman berakar kuat dan memiliki usia yang lama. Seperti halnya pada tanaman-tanaman buah. Hartopo yakin, bencana longsor maupun banjir yang bisa terjadi di Kecamatan Jekulo bisa diminimalisir dengan maksimal.

“Tentu akan mempengaruhi ini, karena nanti ada resapan airnya,” katanya.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

Penanaman pohon-pohon berakar kuat pun diupayakan akan segera dilaksanakan. Pihaknya juga akan menggandeng pihak-pihak peduli lingkungan untuk turut menghijaukan kembali Gunung Patiayam.

Terpisah, Camat Jekulo Wisnu Brata Jayawardhana  juga menyebut jika kondisi Pegunungan Patiayam yang kian hari kian gundul bisa memengaruhi usia Bendungan Logung. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya penampang air apabila hujan deras turun pada kawasan tersebut.

“Dalam hal ini adalah masa sedimentasinya. air yang turun bisa saja membawa tanah yang banyak dan akhirnya terendap di dasar waduk,” ucapnya.

Wisnu mengatakan, Patiayam pun kini tengah coba digencari reboisasi. Walau demikian, nampaknya masih belum bisa menghijaukan sebagian kawasan tersebut. Karena memang butuh waktu lama dalam hal perawatan.

“Sebenarnya sudah banyak dilakukan reboisasi,” katanya.

Kebanyakan yang melakukan reboisasi, lanjut Wisnu, adalah dari pihak swasta. Sedang dari pihaknya, Wisnu akan menyinkronkan beberapa programnya untuk menghijaukan Patiayam. Termasuk dengan wisata jeep yang kini tengah digagas oleh beberapa pihak di Patiayam.

“Nanti kami coba asosiasikan dengan wisata tersebut,” katanya.

Dengan rincian program yakni siapa yang berwisata ke jeep Patiayam diharapkan bisa membawa bibit tanaman untuk turut menanam di seputaran kawasan Patiayam. Hanya, kata Wisnu, semua perlu kesadaran bersama.

“Sekali lagi memang harus ada kesadaran bersama,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...