Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Buka Posko Terpadu Hadapi Cuaca Ekstrem di Jateng

MURIANEWS, Semarang – Sejumlah wilayah di Jawa Tengah diprediksi akan menghadapi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo langsung menginstruksikan membuka posko terpadu untuk memantau dan mengantisipasi dampak bencana.

Posko terpadu ini dibuka di Wima Perdamaian di Kota Semarang. Posko yang dibuka sejak Kamis (9/1/2020) hingga Maret 2020 itu, dilengkapi dengan sejumlah alat canggih untuk memonitor kondisi beberapa daerah rawan banjir.

Di posko ini berbagai informasi mengenai kebencanaan diolah untuk segera ditindaklanjuti. Ganjar mengatakan, posko itu didirikan agar gubernur dan seluruh SKPD terkait dapat memperbarui data dan memvalidasi kondisi terkini di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Sehingga seluruh tim yang terlibat dapat menentukan langkah-langkah penanganan yang harus diambil, baik di masing-masing SKPD maupun secara kolektif.

“Sebenarnya back-up harian sudah ada di BPBD. Karena mungkin cuaca dua bulan cukup ekstrem dan beberapa hari ke depan dimungkinkan sangat ekstrem, kami diminta lek-lekan (siaga),” ujar Ganjar.

Ia pun menunjukkan data kondisi cuaca di Jawa Tengah. Ada sejumlah daerah yang diprediksi mengalami curah hujan ekstrem, bahkan mencapai 500 mm.

“Kalau dilihat ini ada yang berwarna hijau pekat. Ini menunjukkan curah hujan ekstrem, diprediksi sampai 500 mm,” papar Ganjar.

Dia menambahkan, informasi yang dikumpulkan di posko tersebut akan diolah untuk segera ditindaklanjuti. Terutama berkomunikasi dengan kabupaten/kota supaya segera ada antisipasi maupun penanganan.

“Meskipun tidak bisa presisi tapi kita dapat mengantisipasi secara optimal. Juga bisa segera ‘halo-halo’ warning ke kades, camat dan bupati. Sebenarnya (posko) fungsinya mengurangi resiko bencana. Mendeteksi awal, informasi ini kita bisa cepat akan bisa mengantisipasi,” terang Ganjar.

Pj Sekda Provinsi Jawa Tengah Herru Setiadhi menjelaskan, data dan informasi yang ada akan dikomunikasikan dengan pemerintah kabupaten/kota supaya ada penanganan dan antisipasi secara cepat. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...