Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemkab Kudus Siapkan Dana Tak Terduga Rp 2 Miliar untuk Bencana Alam

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus menyiapkan dana Belanja Tak Terduga (TT) sebesar Rp 2 miliar yang bisa digunakan di tahun 2020 miliar. Dana tidak terduga tersebut disiapkan untuk bantuan bencana alam yang  terjadi di Kota Kretek.

Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono mengatakan, selain terkait adanya bencana, pencairan dana TT juga harus dilandasi surat pernyataan bencana dari Bupati Kudus.

“Jadi harus ada surat ketetapan itu,” ucapnya, Rabu (8/1/2020) siang.

Selain itu, skala bencana juga menjadi tolok ukur dana TT bisa digunakan atau tidak. Jika hanya berskala kecil, dana TT tidak bisa dikeluarkan. Mengingat untuk prosesnya cukup rumit.

“Jadi jika hanya tingkat kecamatan saja belum bisa,” katanya.

Skala bencananya besar itu sendiri harus luas dan mencakup kepentingan masyarakat luas. Hingga kini sendiri, dana TT hanya dipakai satu kali sejak tahun 2015 lalu. Yakni penanganan jalan putus di Desa Rahtawu beberapa tahun silam.

“Baru satu kali itu dipakai,” ucapnya.

Untuk sistematis pencairannya, lanjut Eko, pihak dinas terkait harus menyiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) terlebih dahulu. Yakni jika bantuan dalam bentuk fisik infrastruktur, maka yang bertanggung jawab dalam hal RAB adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Baru setelah keluar anggarannya maka kami bisa mencairkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika dalam RAB dibutuhkan Rp 800 juta, maka pihaknya pun akan mencairkan dana sebesar tesebut. Dana TT juga tidak terbatas pada bantuan fisik saja. Melainkan bantuan lain yang dibutuhkan seperti obat, makanan atau lainnya.

“Jadi tergantung kebutuhannya, tidak serta merta harus fisik, misal jika butuhnya makanan, bisa lewat BPBD atau Dinsos,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...