Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pelayaran Ditutup, Stok Elpiji di Karimunjawa Kosong

MURIANEWS, Jepara – Menyusul ditutupnya jalur pelayaran Jepara-Karimunjawa sejak Jumat (3/1/2020), stok kebutuhan masyarakat Karimunjawa mulai terpengaruh. Ketersediaan bahan kebutuhan utama seperti elpiji 3 Kg dan BBM mulai menipis.

Sekretaris Kecamatan Karimunjawa Nur Soleh menyatakan, untuk kebutuhan pokok seperti gula, beras dan sembako lainnya, relatif belum ada masalah. Masyarakat dan pemerintah sudah jauh-jauh hari mempersiapkan stok untuk jangka yang agak lama.

Namun untuk BBM dan gas elpiji, karena aturan, stok yang disiapkan tidak bisa dilakukan dalam jumlah banyak. Gas elpiji misalnya, saat ini sudah mulai menipis.

Di pangkalan-pangkalan penjualan gas elpiji, bahkan stoknya sudah kosong. Jika di masyarakat habis, dan belum ada pasokan dari Jepara daratan, maka dipastikan masyarakat harus memasak menggunakan bahan bakar lain.

“Kalau untuk beras, gula dan minyak goreng, belum ada masalah. Masih ada stok untuk waktu yang relatif agak lama. Elpiji yang saat ini sudah mulai menipis. Di pangkalan-pangkalan sudah tidak ada,” ujar Nur Soleh, saat dihubungi, Selasa (7/1/2020).

Selain elpiji, untuk BBM saat ini juga mulai menghadapi penipisan stok. SPBU yang ada di Karimunjawa saat ini bahkan sudah tidak memiliki stok yang bisa dijual ke masyarakat.

Bahan makanan seperti sayur mayur, tempe, tahu dan telur juga sudah mulai menghilang di pasaran yang ada di Karimunjawa. Sejak pelayaran ditutup, praktis pasokan sayur mayur dari Jepara daratan, tidak bisa dilakukan.

Baca: Pelayaran Ditutup, Lima Hari Mat Safii dan Keluarga Terpaksa Kemah di Pelabuhan Jepara

Sementara itu, Kepala UPP (Unit Pelayanan Pelabuhan) Syahbandar Jepara Trijotho Sukristiono, menyatakan, pelayaran memang belum diperkanankan mengingat cuaca yang terjadi. Perairan di Laut Utara Jawa, saat ini memiliki ketinggian gelombang antara 1-2,5 meter.

Kecepatan angin juga tidak menguntungkan untuk pelayaran kapal-kapal yang biasa ke Karimunjawa.

Sampai saat ini juga belum ada pengajuan SPB (Surat Persetujuan Berlayar) untuk mengangkut Elpiji atau BBM ke Karimunjawa. Untuk BBM sendiri biasanya dipasok dari Semarang atau Surabaya oleh Pertamina.

“Berdasar prakiraan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gelombang di perairan Laut Utara Jawa, besok (Rabu, 8/1/2020-red) mulai turun ketinggiannya. Jika memungkinan, akan dibuka pelayaran ke Karimunjawa. Mudah-mudahan saja,” tandasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...