Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sempat Siaga 1, Debit Air Sungai Wulan Pagi Ini Aman

0 233

MURIANEWS, Kudus – Debit air di Sungai Wulan hingga Selasa (7/1/2020) pagi turun menjadi 375 meter kubik/detik. Debit tersebut telah mengalami penurunan dari hari-hari sebelumnya dengan besaran rata-rata mencapai 400 meter kubik/ detik.

“Status siaga satu pada Sungai Wulan pagi ini telah dicabut,” kata Kepala UPT Pengairan Wilayah 2 Dinas PUPR Kudus Muhtarom kepada MURIANEWS via WhatsApp, Selasa (7/1/2020).

Hal tersebut dikarenakan debit air telah turun di angka 375 meter kubik per detik, atau berada di ambang batas banjir yakni di angka 400 meter kubik/detik. Diketahui, debit air di Sungai Wulan pagi kemarin mencapai 484 meter kubik/ per detik.

“Sehingga kemarin memang siaga 1, tapi pagi ini tidak,” lanjutnya.

Meski demikian, pihaknya mengatakan status Sungai Wulan akan dipengaruhi oleh curah hujan di wilayah hulu. Yakni pada wilayah Kabupaten Blora dan Grobogan. Apabila dua daerah tersebut punya intesitas hujan tinggi, bukan tidak mungkin status Sungai Wulan akan kembali meningkat.

“Bisa kembali ke siaga satu bahkan naik,” katanya.

Untuk itu, pompa polder pun akan diaktifkan mulai hari ini. Pengaktifannya diharapkan bisa mencegah adanya luberan air anak sungai wulan yang berada di sekitar daerah tersebut. Air yang berada di anak sungai, kemudian akan dibuang ke Sungai Wulan.

“Karena debitnya sudah normal jadi tidak masalah,” ucapnya.

Dua mesin pompa ini dapat menyedot air banjir hingga 600 liter per detik. Dengan kemampuan satu hari satu malam yakni sekitar 20 jam non stop. Kemudian, mesin itu harus diistirahatkan antara 2 sampai 3 jam.

“Untuk selanjutnya bisa dilanjutkan kembali melakukan pemompaan kembali,” terangnya.

Sementara Minan, warga setempat menjelaskan jika ketinggian pagi ini belum membuat warga waspada. Ketinggian dan debet Sungai Wulan pagi ini pun dianggap masih biasa oleh pihaknya. “Belum, ini masih biasa,” ucapnya.

Biasanya, lanjut Minan, warga akan bersiap apabila air telah melebihi pipa pembuangan. Warga pun kemudian akan berjaga di pinggir sungai untuk bersiap memasang tanggul darurat “Dengan karung yang diberi tanah itu,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.