Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Ajudan Yakini Suap Rp 750 Juta Sampai ke Tangan Bupati Tamzil

0 647

MURIANEWS, Semarang – Wisnu Uka Sejati, ajudan Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil, meyakini jika bosnya itu menerima uang suap dari Plt Sekretaris BKKAD Kudus Akhmad Shofian yang kini telah divonis bersalah oleh hakim.

Keyakinannya tersebut karena Uka sempat melihat Agus Soeranto (Agus Kroto) masuk ke ruang Bupati Tamzil dengan membawa uang yang baru diberikan Akhmad Shofian pada pemberian pertama.

“Sekitar Bulan Febuari 2019 lalu, kemudian Agus keluar tidak membawa apa-apa,” ucapnya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (6/1/2020).

Hal lain yang membuat pihaknya yakin adalah terkait dilantiknya Akhmad Shofian sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Walau pada akhirnya bermasalah dan akhirnya menjadi Plt Sekretaris BPPKAD.

“Saat itu pemberian awalnya sebesar Rp 225 juta dan ditambah Rp 25 juta,” lanjutnya.

Ajudan Uka Wisnu saat bersaksi di persidangan (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

 

Uka pun menyebut jika semua nominal yang dibebankan pada Akhmad Shofian merupakan arahan dari Agus Kroto, yang menyebut jika hal tersebut atas perintah Bupati Tamzil.

Total suap yang diberikan Shofian kepada Tamzil mencapai Rp 750 juta yang diberikan dalam tiga tahap. Uka, mengakui jika dari nominal tersebut ia mendapat bagian sebesar Rp 75 juta.

“Saya diperintahkan Agus untuk menerima (fee), uang sudah saya kembalikan ke KPK,” katanya.

Pernyataan tersebut pun dibantah oleh Bupati Tamzil dalam persidangan. Tamzil, dengan tegas mengatakan tidak pernah menginstruksikan Agus Kroto untuk meminta uang pada Akhmad Shofian.

“Saya tidak pernah memerintah Agus untuk meminta uang,” tegasnya.

Baca: Ajudan Terima Fee dari Suap Bupati Tamzil, Dibelikan Motor Trail

Seperti diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Tamzil dan sejumlah pejabat di Pemkab Kudus 26 Juli 2019 lalu.

Dalam prosesnya, selain menetapkan Tamzil sebagai tersangka, KPK juga menetapkan dua pejabat lain sebagai tersangka. Yakni Staf Khusus Bupati Kudus Agus Soeranto dan Plt Sekretaris BPPKAD Kudus Akhmad Shofian.

Sementara empat orang lain yang juga dibawa ke Gedung Merah Putih KPK keluar dengan status saksi. Termasuk di antaranya Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Catur Widyatmo. Tiga lainnya yang berstatus saksi yakni Subhkan yang merupakan staf BPPKAD, Norman dan Uka Wisnu yang merupakan staf dan ajudan bupati Kudus.

Kini, Akhmad Shofian telah dijatuhi hukuman 2,2 tahun penjara. Sedang persidangan Agus Soeranto dan Tamzil masih dalam tahap pembuktian dan keterangan saksi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.