Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pohon Bertumbangan, Cuaca Ekstrem Bakal Landa Jepara Sepekan Lagi

MURIANEWS, Jepara – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jepara menyebabkan angin ribut dan hujan deras yang memicu berbagai masalah dalam beberapa hari terakhir. Di antaranya pohon tumbang, dan rumah roboh.

Pada Sabtu (4/1/2020) pagi tadi, pohon trengguli di depan Puskesmas Kembang, Jepara  juga tumbang. Pohon berdiameter 40 cm dengan tinggi sekitar tujuh meter ini tumbang dan sempat menutupi jalan.

Tim SAR gabungan terdiri dari BPBD Jepara, TNI dan Polsek Kembang, Jepara Rescue dan warga langsung melakukan tindakan. Bersama-sama mereka melakukan pemotongan dan  pembersihan pohon.

Sebelumnya, dua rumah warga di Desa Tubanan, Kembang, Jepara mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang.

Rumah Senipah (60), yang berukuran 3×6 meter mengalami kerusakan sampai 50 persen. Sedangkan rumah Seno (45) mengalami kerusakan 10 persen. Hal ini terjadi setelah pohon sono berukuran besar roboh akibat angin kencang pada Rabu (1/1/2020).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara meminta masyarakat Jepara terus waspada terhadap kemungkinan cuaca buruk dalam sepekan ini. Sesuai dengan update cuaca dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), masih ada indikasi peningkatan potensi cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdianto, BMKG memantau masih terdapat indikasi peningkatan potensi cuaca ekstrem, di beberapa wilayah Indonesia, dalam sepekan ke depan. Salah satunya adalah wilayah  Jawa Tengah, termasuk di wilayah Kabupaten Jepara.

Kondisi tersebut dipicu oleh adanya fenomena atmosfer skala regional hingga lokal, yaitu adanya angin Monsun Asia.

Angin ini menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia dan  terbentuknya pola konvergensi serta terjadinya perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah.

Suhu permukaan laut di sekitar wilayah perairan yang cukup hangat juga menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan. Hal ini diperkuat juga dengan adanya fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rossby Wave dan Kelvin Wave) yang signifikan di sekitar wilayah Indonesia.

“Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dengan curah hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi. Wilayah Jawa Tengah, termasuk Jepara. Sehingga kami menghimbau agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan,” ujar Arwin Noor Isdiyanto, Sabtu (4/1/2020).

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...