Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Panggil Perusahaan Air Minum Cleo, Ini Tiga Rekomendasi Komisi C DPRD Kudus

MURIANEWS, Kudus – Komisi C DPRD Kudus merekomendasi tiga hal kepada perusahaan air minum Cleo yang terletak di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Jumat (3/1/2020). Tiga hal itu adalah tentang bina lingkungan, prioritas pekerja dari masyarakat Kudus dan tertib perizinan.

Hasil itu didapatkan setelah Komisi C DPRD Kudus beraudiensi dengan perusaah air minum Cleo di ruang Komisi C, Jumat (3/1/2020).

Ketua Komisi C DPRD Kudus Rinduwan mengatakan, untuk regulasi harus benar-benar diselesaikan dengan baik. Apalagi, perusahaan itu menggunakan air dari Kabupaten Kudus. Karenanya, baik dari bina lingkungan hingga perizinan harus sesuai dengan aturan.

“Tidak cukup hanya UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) saja. Tetapi amdalnya belum punya. Karena penggunaan air di bawah 50 meter itu harus pakai amdal,” jelasnya, Jumat (3/1/2020).

Ia mengatakan, peraturan tentang amdal itu diatur dalam permendagri nomor 5 tahun 2012. Dalam peraturan itu penggunaan air di bawah 50 meter harus memiliki amdal. Atas dasar ini, pihaknya memberikan waktu selama dua pekan ke depan untuk menyiapkannya.

“Dua pekan ke depan kita akan cek kembali. Karena dalam permendagri ini harus memakai amdal,” ungkapnya.

Terkait dengan komitmen dengan PDAM, pihaknya juga akan meminta perusahaan Cleo kembali untuk membangun komunikasi dengan PDAM. Karena di awal, keduanya memiliki komitmen dan kerjasama. Hanya, setelah berdiri PDAM malah ditinggalkan begitu saja oleh perusahaan.

“Karena kerjasama dengan PDAM akan kembali ke pemerintah daerah. Bentuknya bisa menambah pendapatan daerah,” jelasnya.

Kemudian terkait dengan jumlah pekerja, Komisi C juga meminta perusahaan untuk memprioritaskan pekerja dari Kudus. “Kita harapkan juga bahwa warga Kudus untuk diprioritaskan untuk bekerja di sana. Sehingga dapat mengurangi pengangguran,” tuturnya.

Sementara itu, Yohanes Catur Arkiyono, Regional Manager perusahaan air minum Cleo berjanji akan sesegera mungkin berkoordinasi dengan PKLH dan PDAM Kabupaten Kudus. Baik terkait amdal ataupun kerjasama lainnya.

“Kita nanti akan ngobrol dengan Dinas PKLH dan PDAM. Semua usulan Komisi C ini akan kami lakukan,” jelasnya.

Ia mengatakan, untuk produksi di perusahaan itu dalam sehari mampu memproduksi sebanyak 100 meter kubik. Jumlah itu pun tergantung kondisi cuaca. “Tergantung cuaca terkait tentang jumlah produksi,” tambahnya.

Sebelumnya, Komisi C DPRD Kudus juga melakukan sidak di perusahaan air minum cleo. Mereka mengecek keseluruhan perizinan pembuatan sumur air bahwa tanah (ABT).

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...