Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pelaku Mutilasi dan Pembakaran Mayat di Banyumas Dihukum Mati

MURIANEWS, Banyumas – Pelaku pembunuhan dengan cara dimutilasi dan potongan mayatnya dibakar di Banyumas, Deni Priyanto alias Goparin (37) warga Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyumas.

Goparin dijatuhi vonis ini karena terbukti melakukan pembunuhan terhadap Komsatun Wachidah (51) seorang pegawai Kementerian Agama warga Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Korban dibunuh dilakukan dengan cara mutilasi di sebuah kamar kos yang berlokasi di Rancamekar RT 05 RW 01, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, pada 7 Juli 2019. Potongan tubuh korban yang telah hangus dibakar ditemukan di wilayah Banyumas pada 8 Juli 2019 lalu.

Vonis hukuman mati ini dijatuhkan hakim dalam sidang putusan di PN Banyumas, Kamis (2/1/2020). Dikutip dari AntaraJateng pada Jumat (3/1/2020) hakim menyebut jika terdakwa terbukti melakukan tindakan pembunuhan berencana.

”Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Deni Priyanto alias Goparin bin Yanwili Mewengkang dengan pidana mati,” kata Hakim Ketua Abdullah Mahrus.

Hakim memberi vonis ini dengan pertimbangan memberatkan yakni perbuatan terdakwa sangat keji, sehingga membuat sedih keluarga korban dan terdakwa merupakan seorang residivis. Saat melakukan aksinya itu, terdakwa belum lama keluar dari penjara karena kasus penculikan di Banyumas.

Baca: Korban Mutilasi Gegerkan Banyumas, Potongan Kepala dan Tangan Dibakar

Menurut hakim, tidak ada hal-hal yang meringankan terdakwa selama persidangan. Saat mendengar putusan tersebut, terdakwa Deni Priyanto tampak berusaha tegar.

Demikian pula dengan ibundanya, Tini yang duduk di kursi pengunjung tampak berusaha tegar meskipun terlihat meneteskan air mata ketika mendengar vonis mati yang dijatuhkan Majelis Hakim PN Purwokerto kepada anak semata wayangnya.

Hakim memberi waktu tiga hari kepada terdakwa untuk menerima atau mengajukan banding. Sementara itu, Waslam Makhsid penasihat hukum terdakwa, mengatakan pihaknya menyerahkan kepada terdakwa apakah akan mengajukan banding atau tidak.

Waslam merupakan penasihat hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran, Banyumas, yang ditunjuk Majelis Hakim PN Banyumas untuk mendampingi terdakwa selama menjalani persidangan. Menurut dia, terdakwa selama ini belum menentukan pengacara dari LBH Perisai Kebenaran sebagai penasihat hukumnya.

Kendati demikian, pihaknya siap mendampingi terdakwa jika memilih upaya hukum banding dengan menjadikan LBH Perisai Kebenaran sebagai penasihat hukumnya. “Tapi kan harus ada pemberian surat kuasa. Kita belum koordinasi lagi,” terangnya.

Sementara ibunda Deni Priyanto, Tini enggan memberikan komentar terkait dengan vonis mati tersebut dengan alasan takut salah bicara.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: AntaraJateng

Comments
Loading...