Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Pengacara Klaim Tak Ada Saksi KPK Sebut Bupati Tamzil Terlibat Jual Beli Jabatan

0 2.272

MURIANEWS, Semarang – Pengacara Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil yakin kliennya bisa lepas dari jeratan kasus jual beli jabatan. Keyakinan ini muncul dari pernyataan saksi yang diajukan KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (30/12/2019).

Jhon Redo, penasihat hukum Tamzil menyebut jika semua keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, membuktikan jika kliennya tak terlibat dalam kasus tersebut.

“Tidak ada keterangan saksi yang menyebut jika Bupati Tamzil menerima uang suap,” ucapnya usai persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang.

Jhon, juga mengklaim jika kliennya tidak terbukti menyimpan uang suap. Hal tersebut berdasarkan tidak ditemukannya barang bukti uang di rumah dinas maupun di kantor Bupati Tamzil. Uang, justru ditemukan di rumah dinas yang ditempati staf khususnya Agus Soeranto (Agus Kroto).

“Ini berdasarkan keterangan dari saksi yang diminta ikut penggeledahan,” katanya.

Saksi yang dimaksud, katanya, adalah Norman Rifki, Staf Tata Usaha Bupati Kudus. Dalam keterangannya, lanjut Jhon, Norman tidak menjumpai adanya barang bukti sejumlah uang di ruang Bupati Tamzil. Maupun rumah dinasnya yang berada di komplek pendapa kabupaten.

“Karena inilah, tak ada bukti jika Pak Tamzil terlibat kasus ini,” terangnya.

Selain itu, penasihat hukum Tamzil lainnya, R. Agus Yudi Sasongko, kembali mempertegas peran ajudan bupati Uka Wisnu dalam perkara jual beli jabatan. Uka, dianggap sangatlah aktif dalam meminta sejumlah uang pada Plt Sekretaris BPPKAD Kudus Akhmad Shofian.

“Setiap saya tanya, yang aktif siapa, jawabannya pasti Uka,” lanjutnya.

Oleh karena itu, pihaknya pun kembali mendesak Uka untuk turut diperiksa. Mengingat hingga kini proses penyidikan hanya berakhir di Agus Soeranto saja. “Padahal lingkarannya hanya di Shofian, Agus, Uka saja itu lingkarannya,” terangnya.

Yudi pun kembali meminta ketegasan dari pihak KPK untuk kembali memeriksa ajudan bupati tersebut. “Mau jadi tersangka atau tidak, penting disidik dulu,” desaknya.

Seperti diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Tamzil dan sejumlah pejabat di Pemkab Kudus.

Dalam prosesnya, selain menetapkan Tamzil sebagai tersangka, KPK juga menetapkan dua pejabat lain sebagai tersangka. Keduanya yakni Staf Khusus Bupati Kudus Agus Kroto dan Akhmad Sofhian.

Kini, Akhmad Shofian telah dijatuhi hukuman 2,2 tahun penjara. Sedang terdakwa Agus Soeranto mulai masuki tahap pemanggilan saksi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.