Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Bupati Tamzil Minta Penyuapnya Diperiksa Secara Terpisah dari Saksi Lain

0 848

MURIANEWS, Semarang – Plt Sekretaris BPPKAD Kudus Akhmad Shofian yang sudah divonis bersalah menyuap Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil, Senin (30/12/2019) kembali dihadirkan di Pengadilan Tipikor Semarang. Ia diminta keterangan sebagai saksi atas kasus suap tersebut dengan terdakwa Tamzil.

Selain itu, istri Akhmad Shofian yakni Rini Kartika Hadi yang menjabat sebagai Kabag Organisasi Setda Kudus, juga didatangkan. Turut dipanggil pula Plt Kepa Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Catur Widyatno.

Ada juga Kasubid Pengembangan Pegawai BKPP Hendro Muswinda. Serta yang terakhir adalah Staff Tata Usaha Bupati Kudus Norman Rifki.

Dalam persidangan, Akhmad Shofian dimintai keterangan secara terpisah dari empat saksi lainnya. Hal tersebut merupakan permintaan dari kubu Tamzil sebelum persidangan dimulai.

Dalam sidang sendiri, Shofian lagi-lagi ditanyai perihal kasus yang telah menyeretnya pada hukuman dua tahun lebih penjara itu. Shofian, dalam hal ini kembali menyebut jika pihaknya hanya berkomunikasi dengan ajudan bupati, Uka Wisnu.

Selain itu, lanjut Shofian, pihaknya juga menyebut jika Uka Wisnulah yang pertama kali meminta sejumlah uang. Dengan mengatas namakan ‘bapak’. Dalam hal ini, katanya, Shofian mengira bapak adalah Bupati Tamzil.

“Sejak pemberian awal hingga akhir, saya hanya berkomunikasi dengan Mas Uka,” terangnya.

Untuk Plt BKPP dan Kasubid Pengembangan Pegawai, Catur dan Widyatno dicecar soal mutasi dan promosi jabatan di tingkat eselon IV. Mereka, juga dicecar peran dari Agus Soeranto (staf khusus bupati) terkait hal ini. Keduanya menyebut jika Agus Soeranto punya peran kuat dalam penentuan promosi pejabat.

“Agus Soeranto punya peran kuat dalam hal ini,” kata Catur.

Sedang Staff TU Norman Rifki lebih ditanyai perihal terkait adanya operasi tangkap tangan di Pemkab Kudus pada 26 Juli 2019 lalu. Norman pun menjelaskan jika pihaknya dimintai tolong untuk membawa sebuah tas untuk dibawa ke rumah dinas.

“Saya tidak terlalu memperhatikan, hanya Pak Agus tiba-tiba meminta tolang saya membawa tersebut ke rumah dinas. Selang setelahnya ada OTT,” lanjutnya.

Norman, juga menyebut jika sesaat sebelum OTT, ajudan Uka dan Agus Soeranto sempat berbincang-bincang. Hanya soal apa yang diperbincangkan, Norman mengaku tidak mengetahui apa yang diperbincangkan.

“Saya tidak tahu apa yang diperbincangkan,” terangnya.

Sementara saksi lainnya seperti Rini Kartika dicecar pertanyaan tentang proses yang pihaknya lalui ketika melamar jabatan eselon II beberapa waktu lalu.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.