Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada Persimpangan Baru, Begini Nasib Nama Simpang Lima Purwodadi

MURIANEWS.com, Grobogan – Kawasan bundaran Simpang Lima Purwodadi kini mempunyai satu persimpangan lagi. Yakni, persimpangan di sisi tenggara bundaran yang mengarah ke komplek taman milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan.

Dari pantauan di lapangan, terlihat sejumlah pekerja sedang mempersiapkan persimpangan baru, Jumat (27/12/2019). Titik persimpangan itu sebelumnya tertutup karena merupakan pembatas antara jalur cepat dan jalur lambat. Pembatas ini dibongkar sepanjang sekitar 40 meter.

Dibongkarnya pembatas ini maka kondisinya jadi seperti lima persimpangan jalan yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian, kendaraan yang akan menuju komplek taman dan kantor DLH bisa lebih mudah. Sebelum dibongkar, kendaraan harus masuk dulu ke jalur lambat kalau mau ke komplek taman.

Di kawasan itu, terdapat tiga lokasi taman. Yakni, taman kota yang dibuat beberapa tahun lalu. Kemudian, taman Soekarno dan taman Kuliner yang baru selesai dibangun awal Desember 2019.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nugroho Agus Prastowo mengatakan, sesuai rencana sebelumnya, pihaknya memang merencanakan kawasan taman bisa terkoneksi dengan kawasan simpanglima yang sudah selesai direvitalisasi. Salah satu upaya agar koneksinya bisa berjalan baik adalah dengan membuat persimpangan baru untuk memudahkan akses kendaraan.

“Selanjutnya, kita berkoordinasi dan minta bantuan pihak DPUPR Grobogan untuk membuka sebagian ruas pembatas jalur lambat menjadi persimpangan atau jalur baru. Hari ini, mulai dikerjakan pembuatan persimpangan baru,” kata Agus.

Dengan adanya persimpangan baru maka jumlah persimpangannya menjadi enam. Sebagian warga sempat bertanya-tanya, apakah nantinya sebutan simpang lima akan berubah jadi simpang enam?

“Saya kira, tidak perlu dirubah. Tetap simpang lima. Soalnya, persimpangan baru ini bukan jalur ramai atau jalan raya seperti yang lainnya. Tapi, hanya jalur menuju beberapa kantor, taman dan perkampungan warga,” imbuh Agus.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...