Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penggarap Lahan Hutan Disebut Jadi Salah Satu Penyebab Kelangkaan Pupuk di Pati

MURIANEWS.com, Pati – Komisi B DPRD Pati merespon keluhan petani dan pengecer terkait kelangkaan pupuk menjelang Musim Tanam (MT) 1 tahun 2020. Bahkan, pihaknya juga memanggil dinas terkait untuk membantu mengurai persoalan itu.

Ketua DPRD Pati Ali Badruddin yang ikut menemui petani dan pengecer, menyatakan pihaknya juga akan berupaya agar kelangkaan pupuk terutama pupuk bersubsidi tidak berlarut.

Menurutnya ada beberapa persoalan yang menjadi penyebab kelangkaan pupuk saat musim tanam. Salah satunya adanya petani yang menggarap lahan hutan Perhutani.

“Mereka (petani penggarap lahan hutan) belum masuk di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Tetapi mereka juga mendapatkan pupuk bersubsidi. Sehingga alokasi pupuk untuk petani bisa berkurang,” ungkapnya, Jumat (27/12/2019).

Dia juga mendengar kabar bahwa sebagian lahan hutan milik Perhutani yang ada di Pati ini, akan disewakan kepada para petani. Sehingga, mereka (petani penggarap) itu nantinya juga harus diusulkan agar agar masuk di RDKK dan mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi.

“Kabarnya Perhutani kan menyewakan ke petani, harusnya ya ikut diusahakan,” ujarnya.

Karena itu, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, pihaknya mengajak semua pihak termasuk pengecer, distributor, dan instansi terkait agar bersama-sama melakukan pengawasan terhadap distribusi pupuk ini.

Baca: Pupuk di Pati Langka, Petani dan Pengecer Wadul Dewan

Sebab yang tidak masuk RDKK biasanya masih bisa mendapat alokasi pupuk subsidi. Termasuk petani-petani yang menggarap lahan di tanah Perhutani.

“Saya yakin masih ada yang seperti itu. Potensi penyelewengan ini coba kami awasi lebih ketat lagi. Masih ada yang menjual pupuk kepada yang tidak masuk RDKK. Pengawasan pengecer harus lebih ketat oleh distributor,” ujarnya.

Pihaknya menekankan, agar kelangkaan pupuk ini jangan sampai terus berulang. Karena itu, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait akan berupaya meminta kepada Kementerian Pertanian agar memenuhi alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Pati.

“Kami akan berusaha, semoga saja ada hasil,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...