Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PWI, DLH dan Pecinta Alam Jepara Tanam Seribu Mangrove di Bulak Baru

MURIANEWS.com, Jepara – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jepara, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, dan sejumlah kelompok Pecinta Alam Jepara menggelar kegiatan bersama, Jumat (27/12/2019). Mereka melakukan penanaman mangrove di Desa Bulak Baru, Kedung, Jepara.

Beberapa komunitas Pecinta Alam Jepara di antaranya Sekber PAJ (Pecinta Alam Jepara) dan Sekber Sispala (Siswa Pecinta Alam) Jepara ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Panitia kegiatan PWI Jepara, Rhoby Shani menyebutkan ada sekitar 200 orang yang ikut melakukan penanaman mangrove ini.

“Untuk mangrove yang ditanam jumlahnya mencapai 1.000 batang. Selain itu ada juga bibit trembesi dan cemara laut, jumlahnya juga 1.000 batang. Kami tanam bersama-sama dengan sejumlah komunitas pecinta lingkungan di Jepara,” ujar Rhobi Shani.

Desa Bulak Baru menjadi lokasi kegiatan, karena kawasan ini memang menjadi salah satu wilayah yang sangat rentan terkena abrasi laut. Tanaman mangrove diharapkan bisa menghadang laju abrasi yang terjadi di kawasan tersebut.

Selain itu, mangrove juga bisa menghadang laju angin kencang yang sering terjadi di kawasan ini. Penanaman mangrove dilakukan di sepanjang pinggiran sungai barat Desa Bulak Baru, diharapkan juga bisa menjadi penahan arus air serta memberi penunjang bagi ekosistem yang ada.

”Mangrove juga menjadi tempat meminjah ikan, sehingga akan memberi dukungan bagi berkembang biaknya ikan,” ujar Rhoby Shani, menambahkan.

Sementara itu, Mas Nur, warga Bulak Baru, menyatakan Desa Bulak Baru memang berada dalam kondisi rawan abrasi sejak puluhan tahun lalu. Desa Bulak Baru yang sekarang ini bahkan merupakan wilayah baru.

Lokasi Desa Bulak yang asli saat ini letaknya berada sekitar 4 km dari Desa Bulak Baru. Wilayahnya sudah menjadi perairan laut, karena abrasi yang menghantam desa puluhan tahun lampau.

Sekitar tahun 1983, akhirnya warga Desa Bulak ‘bedhol’ desa dipindah oleh Pemkab Jepara, menempati wilayah yang saat ini diberi nama Desa Bulak Baru.

“Saat ini, kalau pas air surut, kadang-kadang desa kami yang lama masih kelihatan beberapa bagian bangunannya. Semua sudah tinggal kenangan,” ujar Mas Nur.

Selain menggelar aksi penanaman mangrove, sebelumnya PWI Jepara juga menggelar sarasehan bersama komunitas pencinta lingkungan di Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Gedung SD Negeri 1 Bulak Baru. Para peserta juga berkemah di lokasi kegiatan, malam sebelum dilaksanakan penanaman mangrove.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...