Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pembangunan Taman Segitiga Emas Purwodadi Senilai Rp 4,7 Miliar Akhirnya Kelar, Begini Penampakannya

Ucapan Pelantikan Bupati Jepara Pemkab PC
0 6.264
Ucapan Pelantikan Bupati Kodim Jepara PC

MURIANEWS.com, Grobogan – Pembangunan Taman Segitiga Emas di jalan S Parman Purwodadi yang dimulai pertengahan Agustus lalu akhirnya rampung. Meski demikian, pihak rekanan yang mengerjakan pembangunan taman dengan anggaran Rp 4,7 miliar itu harus mendapatkan sanksi denda karena keterlambatan menyelesaikan pekerjaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Nugroho Agus Prastowo mengungkapkan, sesuai kontrak, pekerjaan pembangunan taman harus selesai pada 18 Desember. Namun, CV Dimensi Cipta Gemilang selaku rekanan baru bisa merampungkan pekerjaan pada 20 Desember 2019.

“Sebagai konsekuensi, pihak rekanan kena sanksi denda sesuai ketentuan yang berlaku. Denda keterlambatan hanya dua hari saja,” jelas Agus pada wartawan di lokasi taman tersebut, Kamis (26/12/2019).

Meski sudah selesai, namun saat ini masih terlihat ada aktivitas yang dilakukan sejumlah pekerja di lokasi pembangunan taman. Menurut Agus, para pekerja itu sedang menyelesaikan pekerjaan tambahan yang diminta pada pihak rekanan. Artinya, bukan pekerjaan yang tertuang dalam RAB.

“Untuk yang sedang dikerjakan ini merupakan pekerjaan tambahan. Jadi kami minta kompensasi pada pihak rekanan untuk melakukan penyempurnaan agar taman terlihat lebih indah,” katanya.

Pembangunan Taman Segitiga Emas di jalan S Parman Purwodadi dengan anggaran Rp 4,7 miliar akhirnya rampung. (MURIANEWS.com/Dani Agus)

Sementara itu, Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Tri Retno Indriati menambahkan, lahan segitiga di seberang Bank Jateng itu statusnya memang milik PT KAI. Pemkab bisa menggunakan lahan itu untuk taman dengan sistem sewa. Setelah jadi, taman tersebut nantinya bisa dipakai warga untuk menggelar beragam aktivitas.

Menurutnya, desain taman mengusung konsep boyong grobog yang ditarik enam ekor kuda dan menjadi cerita asal-usul nama Grobogan. Konsep ini dipilih ini untuk menjaga dan mengenalkan sejarah yang terkait Kabupaten Grobogan pada masyarakat.

Mengenai tugu pahlawan yang ada di sudut utara lahan segitiga tetap dipertahankan. Tugu Pahlawan yang dibangun pada 1950 itu untuk mengenang pertempuran 28 November 1946 di Purwodadi.

”Tugu tersebut dibangun Djawatan Kereta Api (DKA) yang sekarang menjadi PT KAI pada 1950 lalu. Tugu tersebut untuk mengenang jasa para petugas DKA dan masyarakat setempat untuk melawan penjajah Belanda. Ini sangat historis, sehingga tetap kami pertahankan,” ujarnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Ucapan Pelantikan Bupati Jepara Banner PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.