Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Di Jepara Ada Ribuan Anak dan Lansia Telantar, Butuh Perhatian Bersama

MURIANEWS.com, Jepara – Di Kabupaten Jepara ternyata masih banyak warga yang mengalami kesusahan hidup. Mereka dikelompokan dalam masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Edy Sujatmiko menyebut, PMKS di Jepara jumlahnya bahkan mencapai 178.200 orang. Persoalan mereka, paling tidak juga mewajibkan Pemkab Jepara dan semua pihak untuk ikut memberikan perhatian.

Menurut Edy Sujatmiko, dari 178.200 PMKS tersebut sebanyak 6.047 merupakan warga penyandang disabilitas. Kemudian ada 247 balita telantar, 1.448 anak telantar, 3.300 lansia terlantar dan 119 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

“ Lalu masih ada 6.557 perempuan rawan sosial ekonomi, dan 142 keluarga bermasalah sosial psikologis. Semua itu perlu perlu kita bantu, dan diberdayakan agar kehidupannya jauh lebih baik,” kata Edy Sujatmiko, Kamis (26/12/2019).

Masalah lain juga masih ada, yakni kasus anak yang berhadapan dengan hukum, korban kekerasan, korban trafficking, hingga fenomena persoalan anak punk yang kini marak di Jepara. Kesetiakawanan sosial adalah salah satu gerakan moral yang harus bisa dibumikan di masyarakat Jepara.

Kesetiakawanan sosial mengandung esensi kepekaan sosial tanpa batas yang diwujudkan dalam semangat kebersamaan. Sikap simpati, empati, membangun integrasi sosial, menyatukan ikatan, serta meniadakan perbedaan, ini harus bisa dihadirkan dalam kehidupan masyarakat Jepara.

“Persoalan ini tentu tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Masalah ini harus bisa mendapatkan perhatian bersama. Melalui gerakan kesetiakawanan sosial adalah salah satunya,” ujarnya.

Terkai hal itu, kesetiakawanan sosial harus dijadikan sarana menuju kesejahteraan  masyarakat melalui gerakan peduli dan berbagi. Oleh, dari dan untuk masyarakat, baik secara individu maupun bersama sesuai asas kemanusiaan dan kegotong royongan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...