Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kaleidoskop 2019

Pembunuhan Paling Sadis, Suami Bunuh Istri Hingga Anak Punk Dibunuh Dalam Karung

0 6.752

MURIANEWS.com, Kudus – Sepanjang 2019, kasus pembunuhan terjadi di sejumlah daerah di kawasan Muria. Pembunuhan ini dilatarbelakangi berbagai motif. Mulai dari api cemburu, ekonomi, hingga dendam kusumat.

Kasus pembunuhan ini juga membuat masyarakat naik pitam. Gara-garanya, alasan dan cara membunuh yang terbilang sadis. Beruntung dari sejumlah kasus tersebut, pelaku rata-rata sudah diamankan polisi. Mereka pun harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum.

Berikut kaleidoskop yang dihimpun MURIANEWS.com di wilayah Muria selama 2019:

1. Ibu Muda di Kudus Dibunuh Suami Usai Melahirkan

Seorang ibu rumah tangga di Desa Lambangan, Kecamatan Undaan, Kudus bernama Dewi Murtosiyah (22) menjadi korban pembunuhan oleh suaminnya sendiri Sugeng (35), 9 Februari 2019 lalu. Pembunuhan tersebut sempat ditutup rapat oleh sang suami. Bahkan jenazah sempat dimakamkan.

Hanya, kerabat dan tetangga sempat curiga saat melihat jenazah korban yang penuh lebam. Kecurigaan itu akhirnya membuat makam korban di pemakaman umum Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus dibongkar untuk proses autopsi, Minggu (17/2/2019).

Hasilnya sungguh mengejutkan. Petugas membenarkan luka yang diderita korban merupakan hasil tindak kekerasan. Hal itu langsung membuat warga geram. Selain pelaku yang berstatus sebagai suami sah, 15 hari sebelum meregang nyawa korban baru saja melahirkan anak pertamanya.

Baca Juga: Diduga Dibunuh Suami Pasca Melahirkan, Makam Ibu Muda di Undaan Dibongkar

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Rismanto menyebut, motif yang mendasari pelaku membunuh istrinya sendiri karena jengkel setelah cekcok dengan korban. Kepada polisi Sugeng mengaku geram dan kesal karena terus-terusan dimintai korban untuk mengantar kontrol ke dokter pascamelahirkan.

“Korban baru saja operasi sesar dan membutuhkan bantuan suaminya,” jelas Rismanto, Rabu (17/2/2019) lalu.

Atas tindakannya tersebut, sang pelaku kini meringkuk di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 

Sejumlah warga melihat olah TKP oleh petugas dari Polres Blora. (MURIANEWS.com/Dani Agus)

2. Warga Blora Tewas dengan Leher Menganga di Kamar

Warga Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban, Blora ditemukan tewas di kamar tidur rumahnya dalam kondisi bersimbah darah, Kamis (18/4/2019) lalu. Korban diketahui bernama Jasmin (37), warga Dusun Banyuurip RT 8/RW 4 desa setempat.

Peristiwa tewasnya korban kali pertama diketahui oleh Tarsih (29) istri korban. Menjelang subuh sekitar pukul 04.30 WIB, Tarsih yang sempat ketiduran bersama anaknya saat menonton tv di ruang keluarga itu melihat suaminya dalam keadaan berlumuran darah saat hendak masuk ke kamar.

Baca Juga: GEGER! Warga Nglandeyan Blora Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Semula, Jasmin disangka mengalami sakit dan muntah darah. Namun saat dilihat, darah tersebut ternyata keluar dari luka di bagian leher korban. Setelah diperiksa lebih lanjut, kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku pembunuhan mengarah kepada Sukri (32) tetangga sekaligus kerabat korban. Kepada petugas, ia mengaku menghabisi korban lantaran sering diejek setelah berpisah dengan sang istri.

Usai melakukan tindakan sadis itu, pelaku menghilangkan barang bukti berupa sabit dan kaos yang terkena bercak darah dengan cara ditimbun dalam tanah. Pelaku kemudian bersikap seolah-olah tidak melakukan perbuatan tersebut.

 

Dua pelaku pembunuhan terhadap DT (16), warga Kecamatan Jepon yang mayatnya  dimasukkan dalam karung, berhasil diringkus anggota Satreskrim Polres Blora di Langkat, Sumsel. (MURIANEWS.com/Dani Agus)

3. Anak Punk Dianiaya Ramai-Ramai, Mayatnya Dimasukkan Karung dan Dibuang ke Hutan Blora

Seorang anak punk berinisial DT (16), warga Kecamatan Jepon, Blora ditemukan tewas mengenaskan di Blora dalam sebuah karung putih di kawasan hutan jati, Kamis (11/7/2019) petang.

Saat ditemukan, jenazah DT sempat tak dikenali lantaran tak ada identitas sama sekali. Namun, berkat kesigapan petugas, identitas korban pembunuhan yang sempat menggegerkan warga tersebut terungkap.

Baca Juga: Temuan Mayat dalam Karung di Kawasan Hutan Randublatung Gegerkan Warga Blora

Dari pengembangan kasus tersebut, setidaknya ada tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketujuh pelaku merupakan teman-teman korban yang sama-sama sebagai anak punk.

Kepada petugas salah satu pelaku berinisial SL (15) menjelaskan, awalnya korban diduga mencuri hp salah satu pelaku. Karena dugaan itu, korban pun diajak menenggak miras. Begitu mabuk korban dipukuli hingga meninggal. Setelah dipastikan tak bernyawa, mereka lantas memasukkan jenazah korban ke dalam karung dan membuangnya ke hutan.

Jenazah korban baru diketahui sekitar tujuh hari setelah karung tersebut ditemukan warga. Saat ini para pelaku sedang menjalani proses hukum.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana, Dani Agus
Penulis: Supriyadi
Editor: Deka Hendratmanto

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.