Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Anggota Komisi A Sebut Salah Satu Desa di Kudus Tarik Biaya PTSL Hingga Rp 1 Juta

MURIANEWS.com, Kudus – Anggota Komisi A DPRD Kudus Hendrik Marantek mengakui masih banyak dugaan penyalahgunaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Langsung (PTSL). Bahkan ada salah satu desa yang mengenakan tarif PTSL hingga Rp 1 juta.

“Kalau menurut aturan hanya Rp 150 ribu. Tapi di lapangan banyak yang lebih dari Rp 700 ribu. Bahkan sampai Rp 1 juta,” katanya.

Ia mengatakan, beban biaya yang dibayarkan masyarakat sebenarnya sudah tertuang dalam keputusan SKB 3 Menteri Nomor 25 Tahun 2017. Ketiga menteri tersebut adalah Menteri ATR, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Kudus masuk dalam Kategori V. Yakni meliputi kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali. Besarannya hanya Rp 150 ribu,” ujarnya.

Ia pun menduga, keberanian panitia PTSL menarik iuran lebih dari aturan karena belum pernah ada oknum perangkat desa yang terjerat hukum dalam kasus tersebut. Hal itu membuat mental para perangkat lebih berani melanggar.

”Kudus itu belum pernah ada yang dihukum gara-gara PTSL. Mungkin karena itu mereka berfikir aman-aman saja. Beda dengan kabupaten tetangga, seperti Pati dan Blora. Di sana ada oknum yang sudah dinyatakan bersalah dan dihukum,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia berharap penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pelaku penyelewengan PTSL di Kota Kretek. Ia khawatir jika dibiarkan begitu saja akan ditiru kepala desa di Kudus.

“Apalagi kepala desa yang baru dilantik ini kebanyakan kepala desa baru,” ungkapnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...