Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemkab Pati Gaet Minat Milenial di Sektor Pertanian

MURIANEWS.com, Pati – Dinas Pertanian (Dispertan) Pati terus berupaya menggaet minat generasi milenial di bidang pertanian. Tidak hanya on-farm, tetapi instansi tersebut juga menarik generasi muda melalui off-farm.

Kabid Penyuluhan dan Informasi Pertanian pada Dispertan Pati Didik Eka mengatakan, pemerintah kabupaten (Pemkab) Pati terus berupaya mendorong generasi milenial menekuni pertanian.

“Kalau untuk generasi milenial pada off-farm-nya, yakni pada pengolahan dan pemasaran hasil pertanian,” ujarnya, Kamis (19/12/2019).

Dengan memanfaatkan off-farm, generasi muda diajak untuk mengomersialisasikan hasil budidaya pertanian secara modern, yakni memanfaatkan gawai yang lekat dengan kawula muda.

“Tidak perlu harus secara konvensional dititipkan di toko-toko, tetapi kan bisa menggunakan beberapa aplikasi di dalam penjualannya itu. Dan kita arahkan ke sana dalam rangka pengolahannya,” terang Didik.

Sedangkan untuk on-farm, Didik lebih mengimplementasikan pada penggunaan teknologi. Hal ini dilakukan untuk menepis anggapan yang menyebut petani harus bergelut dengan lumpur.

“Toh di budidayanya itu, tadi saya katakan karena ada mekanisasi pertanian, maka tidak banyak dibutuhkan tenaga kerja untuk aspek on-farm-nya, jadi jangan takut lumpur. Bahkan di sini ada petani yang memanfaatkan drone untuk pertanian,” sebutnya.

Dalam pandangan yang sama, Bupati Pati Haryanto mengaku, menyiapkan program khusus untuk mendorong minat generasi milenial agar mau mengembangkan sektor pertanian.

“Sekarang itu justru teknologi yang baru nanti, masyarakat diajak khususnya kawula muda untuk bertani,” paparnya.

Hanya saja, bukan pertanian konvensional yang menggunakan cara dan peralatan yang tradisional. Namun mendidik pemuda melalui pembelajaran, kemudian menerapkan metode yang didapat dengan teknologi.

“Namun bertaninya tidak seperti petani yang dulu, sekarang itu eranya industri 4.0. Jangan malu-malu kalau kawula muda bertani, sekarang banyak teknologi yang maju tani,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.