Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Satgas Antibotoh Disebar ke Desa-Desa di Pati yang Gelar Coblosan

MURIANEWS.com, Pati – Polres Pati membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antibotoh dan Satgas Anti Politik Uang. Tugasnya, menyisir para pemodal calon yang merusak demokrasi, pelaku perjudian dan politik uang dalam pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Pati 2019.

Tim yang dilantik Senin (16/12/2019) akan disebar di 122 desa yang akan menggelar pilkades pada 21 Desember 2019 mendatang.

Setidaknya ada 50 personel yang akan menggerakkan dua satgas tersebut. Mereka berasal dari Satuan Resere Kriminal (Satreskrim), Intelijein maupun satuan lainnya.

“Alasan kami membentuk Satgas Antibotoh dan Satgas Anti Politik Uang ini, karena botoh sangat merugikan para calon dan merusak proses demokrasi desa,” katanya usai melantik Satgas Anti Botoh dan Satgas Anti Politik Uang di halaman Mapolres Pati.

Lebih lanjut, untuk cara kerja Satgas Antibotoh sendiri, akan melakukan upaya pencegahan dan merespon cepat laporan dari masyarakat. Setelah itu akan melakukan penyelidikan dan melakukan penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dia mengaku sudah keliling di 11 kecamatan untuk ’belanja’ masalah. Ternyata, banyak keluhan masyarakat terkait politik uang dan botoh. Hal itu juga menjadi dasar kapolres untuk membentuk dua satgas tersebut.

“Kami akan cepat dan tegas. Saat ada laporan, pada saat itu juga satgas harus turun dan mengecek serta melakukan identifikasi. Kalau ada indikasi pidana, maka harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Baca: Polisi Bakal Buru Botoh Berkeliaran Saat Pilkades di Pati

Dalam mencegah botoh tersebut, lanjut Bambang, dibutuhkan komitmen dan integritas di lapangan. Namun, pihaknya yakin dengan adanya satgas itu, peredaran botoh akan lebih mudah dicegah dan ditindak.

Ia menyebut, pihaknya telah memetakan pergerakan para botoh. Satgas akan gencar sehari sebelum pelaksanaan pilkades.

Karena pada saat itu, botoh diprediksi akan gencar memainkan perannya. Selain itu, pada 21 Desember dini hari atau sesaat sebelum pilkades dimulai. Pada saat itu, botoh juga sangat gencar memengaruhi pemilih, atau dikenal dengan serangan fajar.

“Apabila tim tidak bisa bekerja dengan baik, lewat waktunya, ya sudah, maka hasilnya tidak akan maksimal,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...