Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Di Depan Wapres Ganjar Sebut Sinergitas Ulama-Umaro Bikin Jateng Adem

0 60

MURIANEWS.com, Semarang – Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, Jumat (12/12/2019) membuka musyawarah bersama organisasi Islam di Gedung Gradhika Bhkati Praja. Musyawarah ini dihadiri sejumlah tokoh, ulama dan pengurus lima ormas Islam di Jateng.

Kelima ormas Islam di Jateng itu adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indoensia (DMI), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Amil Zakat Nasional, serta Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

KH Ma’ruf Amin menyatakan apresiasinya terhadap Pemprov Jateng yang telah menggandeng ulama dalam berbagai hal. Menurut dia, sinergi antara ulama dan umaro penting sebagai cara menyejahterakan masyarakat.

“Saya percaya Pak Ganjar ini gubernur yang pandai berkomunikasi. Saya yakin, di bawah kepemimpinan Pak Ganjar, kekuatan umat di Jawa Tengah dapat dioptimalkan,” katanya.

Ma’ruf juga mengapresiasi kinerja Pemprov Jateng dalam mengoptimalkan penerimaan zakat, infaq dan sedekah. Menurutnya, ini belum dilakukan banyak daerah lain di Indonesia.

“Zakat kita sekarang baru 3,5 persen dari potensi zakat nasional, yang kalau dihitung mencapai Rp 230 triliun. Sekarang yang sudah dipungut itu baru sekitar Rp 8 triliun. Jadi memang harus digenjot agar persoalan umat dapat segera selesai,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut jika kondisi Jawa Tengah yang adem selama ini tak lepas dari peran para ulama dan umaro (pemerintah) yang mampu bersinergi dengan baik.

“Setiap ada persoalan di Jawa Tengah, saya selalu meminta pendapat dari alim ulama. Tidak hanya persoalan sosial, namun juga politik, ideologi termasuk ekonomi,” kata Ganjar.

Eratnya hubungan ulama dan umaro di Jateng, lanjut Ganjar, mampu memberikan kedamaian pada masyarakat. Apabila ada masalah, semua duduk bersama mencari solusi.

“Biasanya ditemani kopi dan pisang goreng, jadi keluar dari musyawarah dengan suasana bahagia. Semua bisa lapang dada,” ujarnya.

Tak hanya untuk meminta pendapat, dalam pengambilan keputusan dan kebijakan politik, Ganjar juga menyebut selalu melibatkan ulama, pastor, kiai dan tokoh agama lainnya. Pendapat dan masukan dari para tokoh agama tersebut digunakan sebagai pijakan pengambilan keputusan.

“Biar tidak keliru, kami selalu meminta pendapat ulama, setelah ada masukan, kami tinggal ketok saja. Ya meskipun tidak terlalu sempurna, tapi minimal tidak membuat perpecahan,” ungkap Ganjar.

Sinergitas dengan ulama, lanjut Ganjar, juga dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan kemiskinan. Melalui program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), berbagai persoalan kemiskinan di Jateng dapat teratasi dengan baik.

“Baznas di Jateng berkembang dahsyat. Berbagai problem sosial masyarakat yang tidak dapat diselesaikan dengan pembiayaan negara, kami selesaikan dengan Baznas. Tidak hanya memberikan bantuan, namun Baznas sekarang didorong untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pembinaan dan pelatihan,” jelas Ganjar.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.