Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Program Inovasi Mencari Kekasihku Dispendukcapil Grobogan Masuk Top 10 KIPP

0 146

MURIAMEWS.com, Grobogan – Program inovasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Grobogan yang diberi nama ‘Mencari Kekasihku’ berhasil masuk 10 besar atau top 10 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Pemprov Jateng 2019. Atas keberhasilan itu, Pemkab Grobogan menerima penghargaan dari Pemrov Jateng. Penghargaan diserahkan Sekda Jateng Heru Setiyadi kepada Kepala Dispendukcapil Grobogan Moh Susilo di Gedung Gradhika Bakti Praja, Rabu (11/12/2019) kemarin.

“Program inovasi ‘Mencari Kekasihku’ merupakan singkatan dari Menikah atau Cerai, KK, dan KTP Seketika itu Kumiliki. Inovasi tersebut dibuat untuk meningkatkan validitas data adminitrasi penduduk. Terutama pada masyarakat yang akan mengubah status perkawinannya,” ungkapnya, Jumat (13/12/2019).

Lebih lanjut dijelaskan, pada tahun 2017 lalu, terjadi perkawinan penduduk beragama Islam sebanyak 10.201. Adanya perkawinan ini tentunya akan merubah data status perkawinan yang ada pada KK dan KTP nya. Namun, realisasi yang dirubah datanya hanya 7.179 orang atau sekitar 35 persen saja.

Selanjutnya, pada tahun yang sama, di Pengadilan Agama Purwodadi terdapat perceraian sebanyak 2.819 kasus. Dengan kondisi ini, berarti ada 5.638 orang yang harus diubah status perkawinannya dalam data administrasi kependudukan. Namun, realisasi yang bisa dirubah hanya 26 persen.

Masih dikatakan Susilo, rendahnya pelaporan untuk merubah status perkawinan itu akhirnya mendorong untuk menciptakan inovasi bernama Mencari Kekasihku. Tujuannya, agar memudahkan masyarakat dalam memperbaharui data kependudukannya tanpa perlu repot untuk mengurusnya. Soalnya, pengurusan hanya dilakukan sekali saat melakukan pendaftaran pernikahan atau perceraian.

“Berkat inovasi ini, pelaporan perubahan status perkawinan atau perceraian meningkat secara signifikan. Untuk peristiwa pernikahan, dari angka 35 persen pada 2017 naik menjadi 62 persen pada Oktober 2019. Sedangkan untuk kasus perceraian, pelaporan naik dari 26 persen menjadi 60 persen,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.