Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Ular Sanca Diperkirakan Berkeliaran di Balai Kota Solo

0 338

MURIANEWS.com, Solo – Kalangan pecinta binatang memprediksi banyak ular sanca jenis batik yang masih berkeliaran di kompleks Balai Kota Solo. Hal ini seiring dengan penemuan 20 anakan ular sanca batik, dalam tiga bulan terakhir di kawasan tersebut.

Penemuan terakhir terjadi pada Kamis (12/12/2019) kemarin. Anakan ular sanca dua sentimeter dan panjang satu meter itu ditemukan tengah melingkar di bawah pohon di area taman Balai Kota Solo.

Untung Sriyono atau Suyut, petugas kebersihan di kompleks kantor setempat, yang menangkap dan mengamankan ular itu. Ia menyebut, selama dua hingga tiga bulan terakhir telah menangkap sekitar 20-an ular dengan jenis yang sama di kawasan tersebut.

”Semua dirawat oleh petugas (ASN setempat). Enggak ada yang dibunuh. Saya menduga ular ini berasal dari saluran air yang muaranya di Kali Pepe,” katanya dikutip dari Solopos.com pada Jumat (13/12/2019).

Sementara itu, Janu Wahyu Widodo, Pembina Exotic Animal Lovers Indonesia (Exalos) Soloraya memperkirakan masih banyak lagi anakan ular sanca batik yang berkeliaran di kawasan Balai Kota Solo. Prediksinya ini muncul dari kebiasaan ular sanca yang bisa menghasilkan puluhan butir sekali bertelur.

Ia menyebut, setiap indukan ular sanca saat baru kali pertama bertelur, akan menghasilkan 20-25 butir. Sedangkan periode bertelur selanjutnya saat sudah dewasa mampu menghasilkan 40 butir.

Sehingga jika indukan yang bertelur di kawasan balai kota sudah dewasa, maka kemungkinan masih cukup banyak anakan sanca yang berkeliaran kawasan itu.

Masa kawin ular sudah berlangsung enam bulan lalu. Yang disusul masa hamil dan pengeraman masing-masing selama tiga bulan. Sehingga, saat ini anakan ular diperkirakan sudah berumur antara 1-3 bulan.

“Kalau ularnya ditemukan satu-satu dalam satu area, meski berjauhan masih bisa dipastikan baru menetas dari satu indukan,” ujarnya.

Menurutnya, sesudah menetas, sifat piton itu soliter sehingga mereka akan berpencar untuk mencari makanan. Namun karena masih anakan, maka jangkauannya masih terbatas, sehingga ditemukan di kawasan balai kota.

Kendati begitu, ia menyebut ular sanca batik tidak berbahaya. Ular ini cenderung menghindari manusia dan tak akan menyerang apabila tidak diganggu. Itu juga berlaku untuk jenis ular lain, seperti kobra.

“Bahaya ular terbesar bukan gigitan, semburan, dan lilitan. Tapi bahaya psikis dari manusia yang melihat ular itu. Sampai sekarang saya enggak mendapatkan informasi ada yang tergigit atau terlilit hingga terkena semburan,” terangnya.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: solopos.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.