Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Stunting Masuk Prioritas Pengentasan Kemiskinan di Jateng

0 44

MURIANEWS.com, Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut, penanganan kasus stunting menjadi salah satu prioritas kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Salah satu daerah yang mendapat perhatian serius adalah Kabupaten Sragen.

Di daerah ini hingga Agustus 2019, tercatat ada 5.814 balita dinyatakan mengalami stunting.

”Kasus stunting di Sragen sangat tinggi, termasuk di Desa Kedawung ada 66 balita. Stunting adalah dampak dari kemiskinan sehingga penanganan stunting menjadi prioritas dalam program pemberantasan kemiskinan di Jateng,” kata Taj Yasin, Jumat (13/12/2019).

Oleh karenanya menurut dia, penanganan terhadap kasus tunting harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.

Stunting adalah masalah gizi kronis akibat asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Penyebabnya menurut dia, antara lain karena pengetahuan orang tua mengenai kesehatan dan gizi sebelum kehamilan, selama kehamilan, dan setelah kehamilan masih kurang. Selain itu juga karena diet tidak sehat yang dilakukan seseorang saat masa pertumbuhan.

“Menurut hasil survei UNESCO, ternyata di Indonesia banyak yang mengalami stunting akibat diet yang tidak sehat. Saat usia remaja banyak yang tidak mengonsumsi karbohidrat dan kandungan gizi lainnya karena takut gembrot. Akibatnya setelah menikah dan mengandung jadi kekurangan asupan gizi lalu anak yang dilahirkan stunting,” ujarnya.

Gus Yasin menyebut, selain asupan makanan, kebersihan lingkungan juga berkontribusi menyebabkan stunting. Untuk itu kesadaran menjaga lingkungan dari sampah, terutama sampah plastik, harus ditingkatkan.

”Misalnya melalui program pemberdayaan masyarakat memilah sampah dari rumah. Dengan demikian, kebersihan lingkungan terjaga dan masyarakat mendapat pemasukan dari sampah,” terangnya.

Taj Yasin menambahkan, yang tak kalah penting dalam upaya pemberantasan kemiskinan adalah program jambanisasi di daerah yang masuk zona merah kemiskinan.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Jateng Retno Sudewi menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Sosial Kabupaten Sragen, dan instansi terkait lainnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

“Guna menanggulangi kemiskinan di desa binaan DP3AKB, kami mengundang semua OPD di Pemkab Sragen, antara lain Dinas Sosial dan Bappeda untuk bersama-sama berupaya mengentaskan kemiskinan melalui program Satu OPD Satu Desa Dampingan,” terangnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.