Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Staf Khusus Bupati Kudus Didakwa Turut Andil dan Ikut Nikmati Uang Suap

MURIANEWS.com, Semarang – Staf Khusus Bupati Kudus Agoes Soeranto alias Agus Kroto, didakwa ikut terlibat dan turut menikmati uang suap atas kasus jual beli jabatan yang menyeret Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil.

Dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Helmi Syarief dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (11/12/2019).

Dalam kasus ini Tamzil didakwa menerima suap sebesar Rp 750 juta dari Plt Sekretatis BPPKAD Kudus Akhmad Shofian. Agus Kroto dalam kasus ini diduga turut membantu dan menerima uang suap tersebut.

Keterlibatan Agus sendiri terjadi pada bulan Febuari 2019, Juni 2019, dan Juli 2019. Di mana saat itu, Akhmad Shofian memberikan uang suap pada Bupati Kudus lewat ajudannya Uka Wisnu dan akhirnya sampai pada tangannya. Masing-masing sebesar Rp 250 juta.

Dari jumlah tersebut, Agus Soeranto didakwa mendapat bagian bersama Uka Wisnu dengan nominal masing-masing Rp 25 juta.

“Terdakwa kemudian dilakukan penangkapan oleh petugas KPK dengan barang bukti uang sebesar Rp 145 juta,” kata Helmi Syarief, dalam persidangan.

Agus juga dianggap mengetahui jika uang tersebut merupakan sebagai hadiah guna memuluskan karir Akhmad Shofian dan juga istrinya Rini Kartika di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Oleh karena itu, pihaknya Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, Agus juga dijerat dengan Pasal 12B Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, Terdakwa kasus suap jual beli jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten Kudus lainnya, Bupati nonaktif Kudus, HM Tamzil didakwa telah menerima uang hadiah dari Plt Badan Pengelolaan Pendapatan dan Aset Daerah (BPPKAD) Akhmad Shofian.

Baca juga:

Tamzil didakwa menerima uang melalui ajudannya Uka Wisnu dan staf khususnya, Agus Soeranto sebanyak tiga kali pemberian dengan total sebesar Rp 750 juta.

Akhmad Shofian sendiri dalam sidang yang digelar pada hari yang sama telah diputus bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang. Shofian divonis penjara selama 26 bulan dan denda sebesar Rp 50 juta.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...