Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Bupati Tamzil Didakwa Terima Suap Jual Beli Jabatan Sebesar Rp 750 Juta

MURIANEWS.com, Semarang – Terdakwa kasus suap jual beli jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten Kudus, Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil didakwa telah menerima suap sebesar Rp 750 juta dari Plt Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan dan Aset Daerah (BPPKAD) Akhmad Shofian.

Uang sebesar itu digunakan untuk memuluskan Shofian dan istrinya agar bisa dipromosikan jabatannya di lingkup Pemkab Kudus.

Dakwaan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Helmi Syarief dalam sidang dengan terdakwa HM Tamzil di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (11/12/2019).

Tamzil didakwa menerima suap itu melalui staf khususnya Agus Soeranto dan ajudannya Uka Wisnu Sejati.

Yakni pada Febuari 2019 sebanyak Rp 250 juta yang diserahkan pada Uka Wisnu yang dilanjutkan pada Agus Soeranto. Pun dengan pemberian kedua dan ketiga yang juga dengan nominal yang sama pada Uka Wisnu.

“Pemberian suap dilakukan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu Februari hingga Juli 2019,” kata JPU di persidangan.

Uang suap, lanjutnya dimaksudkan untuk memuluskan langkah karir Akhmad Shofian dan istrinya Rini Kartika. Akhmad Shofian, diangkat karirnya yang semula dari eselon IIIb menjadi IIIa. Sedangkan Rini dimuluskan karirnya dalam hal mengisi jabatan eselon II.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, Tamzil juga diduga menerima gratifikasi daeri sejumlah pejabat. Sehingga dijerat dengan Pasal 12B Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca: Sepuluh Bulan Menjabat, Bupati Tamzil Didakwa Terima Gratifikasi Rp 2,5 Miliar

Dalam persidangan Tamzil menyatakan keberatannya atas dakwaan jakasa itu. Tamzil mengatakan keberatan dengan alasan pihak KPK belum punya alat bukti yang valid.”KPK belum punya alat bukti dalam hal ini,” ujarnya.

Walau demikian, pihaknya memahami dakwaan ini dengan sepenuhnya. Untuk selanjutnya pihaknya akan memberikan bantahan pada persidangan pekan depan. “Kami akan melakukan bantahan soal ini,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...