Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Wacanakan Cabut Izin Sekolah Swasta Tak Gaji Guru Setara UMK

MURIANEWS.com, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan wacana yang cukup mengejutkan. Ia berencana mendorong sekolah-sekolah swasta di Jawa Tengah untuk menggaji guru-guru mereka minimal setara dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK).

Wacana yang muncul yakni Ganjar bakal mengeluarkan kebijakan untuk mencabut izin sekolah swasta yang tak membayar gaji gurunya dengan layak.

“Perlukah yayasan menggaji guru minimal UMK? Kalau tidak, tidak kita beri izin,” kata Ganjar.

Sebelumnya, Ganjar juga telah menginstruksikan seluruh bupati/wali kota untuk membayar gaji guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) setara UMK. Kini Ganja rmenginginkan sekolahs wata yang berada di bawah kelola yayasan juga menerapkan hal yangs ama.

Saat ini guru honorer yang berada di SMA, SMK maupun SLB negeri yang dikelola Pemprov Jateng telah menerima upah sesuai UMK. Hanya saja untuk guru honorer di SMP dan SD yang menjadi kewenangan pemkab/pemkot belum seluruhnya menepati itu.

“Malu dong kalau kita mewajibkan swasta menggaji sesuai UMK sementara kita tidak melakukan,” kata Ganjar.

Ia menyebut, agar kabupaten dan kota melaksanan instruksi tersebut Ganjar bakal mengawal penganggaran pendidikan di kabupaten maupun kota. Ganjar menegaskan kalaupun tidak bisa memenuhi sampai UMK, setidaknya gaji guru honorer tidak hanya sebesar Rp 300 atau Rp 400 ribu.

“Kita akan bicara dengan Kemendikbud, Kemenpan dan Kemendagri agar mengawal penganggaran dari kabupaten untuk bisa memenuhi itu,” ujarnya.

Baca: Ganjar Instruksikan Bupati/Wali Kota Beri Gaji Guru Honorer Setara UMK

Pengawasan gaji guru baik sekolah negeri maupun swasta tersebut masuk salah satu bahan evaluasi sekolah. Untuk evaluasi tersebut, Ganjar mengatakan akan menjalin kerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah.

“Setiap hari saya debat dengan buruh soal Kebutuhan Hidup Layak (dasar penetapan UMK). Lha ini masih ada guru gajinya kok jauh di bawah buruh. Sesudah itu, kita bicara guru sebagai penggerak bangsa. Kan lucu,” kata Ganjar.

Dengan menggandeng organisasi guru tersebut Ganjar berharap perbaikan sistem pendidikan di Jawa Tengah semakin menunjukkan tren positif. Selain itu Ganjar juga mengatakan sudah semestinya dunia pendidikan, di Jawa Tengah khususnya memiliki big data.

“Maka dari itu perlu disiapkan sistem informasi sekolah yang mendata jumlah sekolah, guru, siswa dan fasilitasnya. Termasuk perkembangan pendidikan setiap tahun. Jadi semua bisa dibaca di situ,” pungkasnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...