Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

1.915 Warga Jateng Meninggal Akibat Penyakit HIV/AIDS

0 96

MURIANEWS.com, Semarang –  Jumlah kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Tengah sangat tinggi. Bahkan jumlahnya menempatkan Jawa Tengah sebagai lima besar di Indonesia.

Posisi pertama masih ditempati DKI Jakarta, disusul Jawa Timur, kemudian Jawa Barat dan Papua. Data ini menurut Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Herru Setiadhie berasal dari Kementerian Kesehatan RI.

Ia menyebut, pada tahun 2012, data estimasi Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Jateng sebanyak 47.514 kasus. Pada 2016, jumlah ini meningkat menjadi 70.354 kasus.

“Epidemi HIV/AIDS di Jawa Tengah sejak 1993 sampai September 2019, dilaporkan Dinkes Jateng sebanyak 30.465 dengan rincian 17.559 kasus HIV, 12.906 kasus AIDS,” kata Herru, Rabu (11/12/2019).

Dari jumlah itu menurutnya, sebanyak 1.915 penderita telah meninggal dunia. Dengan data itu menurut dia, semua pihak harus bergerak cepat

Dalam pembukaan Pertemuan Peringatan Hari AIDS se-Dunia (HAS) di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Selasa (10/12/2019) kemarin, Herru juga meminta tenaga medis dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di setiap kabupaten/kota untuk melakukan kegiatan kuratif maupun preventif.

Termasuk mengupayakan untuk menemukan dan mengobati masyarakat yang terindikasi HIV/AIDS.

”Saya sampaikan demikian karena stigma dan diskriminasi terhadap ODHA merupakan masalah pelik. Apalagi pascapenutupan lokalisasi, sebagai kebijakan nasional bahwa 2019 Indonesia bebas lokalisasi dan prostitusi, merupakan tugas berat,” ujarnya.

Kendati demikian menurut dia, Pemprov Jateng tetap mendukung dan berupaya melaksanakan program nasional itu dengan baik.

Pihaknya juga mengapresiasi komunitas yang selama ini memberikan perhatian pada ODHA. Mulai dari memberikan layanan HIV, membela hak azasi manusia, serta mendampingi dan mendukung ODHA.

Dia berharap, komunitas pemerhati ODHA dapat bekerja sama dengan pemerintah, ormas keagamaan, instansi vertikal maupun kelompok masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian kepada ODHA.

“Tema Nasional HAS ‘Bersama Masyarakat Meraih Sukses’ harapannya mampu memberikan kontribusi besar dan mendukung penyelesaian HIV/AIDS dengan lebih cepat sebelum 2030.  Karenanya masyarakat juga saya ajak untuk mengurangi infeksi baru, mengurangi kematian dan menihilkan stigma serta diskriminasi pada ODHA,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.