Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dislautkan Pati Kenalkan Sipipa ke Pelaku Usaha Perikanan

0 69

MURIANEWS.com, Pati – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) kembali mengenalkan Sistem Informasi Pelelangan Ikan (Sipipa) kepada para pelaku usaha perikanan. Hal itu agar sistem pelelangan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) lebih transparan dan sama-sama menguntungkan.

Kepala Dislautkan Pati Edy Martanto melalui Kabid Pembinaan dan Pengelolaan TPI (P2TPI) Dwi Endang Subekti mengatakan sosialisasi yang digelar di Hotel Safin pada Selasa (10/12/2019) merupakan kegiatan kali kedua yang dilakukan. Dalam sosialisasi itu ratusan pelaku usaha turut diundang.

Diharapkan dengan sosialisasi tersebut nantinya memang dapat memberikan pemahaman kepada pelaku usaha seperti bakul, pengolah, pengurus maupun pemilik kapal serta nelayan. Terutama terkait pentingnya menerapkan Sipipa yang dapat membawa transparansi dalam pelayanan.

“Dengan adanya sistem tentu tidak ada yang dirugikan, justru semua diuntungkan. Karena dengan sistem lelang terbuka ini menggunakan mekanisme nontunai. Bakul yang akan membeli nantinya tentu diharapkan dapat melakukan deposit kepada bank yang menjadi mitra sehingga lebih terjamin keamanannya,” terangnya.

Bahkan dengan mekanisme itu, nantinya pemilik ikan atau nelayan dapat segera mendapatkan hasilnya setelah dilelangkan. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya Kekurangan Pembayaran Lelang Ikan (KLPI).

“Dari deposit itulah yang nantinya secara otomatis akan dipotong untuk pembayaran lelang maupun retribusi. Jumlahnya pun nanti jelas bisa terdata sesuai sistem,” imbuhnya.

Pihaknya bahkan telah berkoordinasi dengan Bank Jateng yang menjadi mitra terkait kemungkinan adanya pelaku usaha yang mengaku kesulitan terkait finansial dalam melakukan deposito tersebut.

“Kami juga memiliki kebijakan bila sesuai kebutuhan masih sulit, bisa melunasinya besoknya sebelum mengikuti lelang. Dengan begitu diharapkan dalam 24 jam pemilik ikan juga sudah bisa mendapatkan hasilnya,” jelasnya.

Bagi yang tidak melakukan pelunasan, dikatakannya tidak bisa mengikuti lelang. Hal itu semata-mata dilakukan untuk meminimalisir terjadinya KLPI. Sehingga diharapkan bisa memberi keuntungan bersama.

“Sistem Sipipa tentu memberi banyak manfaat. Selain lebih transparansi dan lebih aman dengan mekanisme nontunai, juga dapat meningkatkan penerimaan asli daerah dari retribusi lelang. Selain itu data juga terekam dan bisa dilihat kapanpun,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.