Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ratusan Buruh Rokok Dites HIV, Ini Hasilnya

MURIANEWS.com, Kudus – Sebanyak 733 buruh rokok di Kabupaten Kudus discreening Human Immunodeficiency Virus (HIV) secara serentak, Selasa (10/12/2019). Kegiatan tersebut merupakan koordinasi antara Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kudus bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dan Dinas Ketenagakerjaan Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kudus.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) pada Dinas Kesehatan Kabupatan Kudus Nuryanto mengatakan, kegiatan screening serentak dilakukan di tiga tempat. Yakni Nikorama Mejobo sebanyak 311 pekerja, Nikorama Pusat 127 buruh rokok, dan Nikorama Menu, 295 buruh rokok .

“Untuk hasilnya negatif semua,” ucapnya.

Untuk latar belakang kegiatan, pihaknya menjelaskan jika kegiatan ini merupakan langkah tindak lanjut dari penemuan 99 kasus HIV/AIDS di Kota Kretek pada 2019 ini. Jumlah total kasusnya dalam semblian tahun terakhir yakni sebanyak 997 kasus.

“Fenomena gunung es, yang menjadi visualisasi penanganan HIV/AIDS selama ini, harus dituntaskan dengan kegiatan screening,” katanya.

Dengan screening, lanjut Nur, diharapkan dapat menjaring para penderita HIV/AIDS yang tersembunyi. Hingga pada akhirnya bisa segera mendapatkan pengobatan setelah terjaring screening.

“Prinsipnya, semakin banyak yang terscreening akan semakin bagus. Karena mungkin ada banyak penderita yang harus diobati,” lanjutnya

Sementara itu, Koordinator KPAD Kudus Eni Mardiyanti menambahkan tren penemuan kasus HIV/AIDS di Kudus setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hanya, temuan sering kali terungkap saat penderita telah memasuki fase AIDS.

“Sekitar 90 persen kasus ditemukan pada fase AIDS,” katanya.

Keterlambatan pada akhirnya akan membuat pengobatan berjalan tidak maksimal. Oleh karena itu, pihaknya bersama Pemkab Kudus berusaha menggalakkan deteksi dini kasus HIV. Agar kualitas hidup para penderita HIV ini bisa tetap baik.

“Dengan screening ini, kami berharap target zero infeksi baru, zero diskriminasi dan zero stigma dapat tercapai,”tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...