Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jadi Langganan Banjir Bandang, Desa Wonosoco Kudus Butuh Pembangunan Embung dan DAS

0 49

MURIANEWS.com, Kudus – Pemerintah Kecamatan Undaan menyatakan Desa Wonosoco sudah sangat membutuhkan pembangunan embung dan Daerah Aliran Sungai (DAS) guna mencegah adanya banjir bandang di wilayah tersebut. Ini lantaran desa tersebut kerap jadi langganan banjir bandang saat hujan deras.

“Pembangunan embung sebenarnya sudah sangat diperlukan,” kata Camat Undaan Rifai Nawawi kepada MURIANEWS.com, Selasa (10/12/2019) siang.

Hal tersebut dikarenakan hampir tiap hujan deras  yang terjadi lebih dari satu jam, banjir bandang selalu terjadi. Walau waktu banjir bandang hanya 15 menit, tapi dinilai cukup berbahaya karena arus yang menerjang pemukiman sangat deras.

“Seperti semalam, hujan dua jam langsung banjir bandang,” ujarnya.

Belum ada penanganan yang paten soal ini, karena diakui atau tidak, pembangunan embung dan DAS membutuhkan dana yang cukup banyak. Rifa’i menyebut paling tidak butuh Rp 3 miliar untuk membangun dua item tersebut.

“Sudah diusulkan tapi memang belum ada kelanjutannya,” lanjutnya.

Untuk semetara, pihaknya pun mengimbau pada warga yang rumahnya berdekatan dengan Sendang Wonosoco agar tetap waspada. Terutama saat hujan deras melanda dari arah pegunungan kendeng.

“Jika lebih dari sejam, bisa mengungsi terlebih dahulu dan mengamankan rumah dengan peralatan lainnya,” terangnya.

Sementara  Riko (41), salah satu warga yang rumahnya kerap diterjang banjir bandang mengatakan sudah berulangkali mengusulkan pembangunan DAM ataupun DAS di areal atas. Dengan harapan air bisa tertahan di atas sebelum menerjang rumah warga.

“Sudah diusulkan, penanganannya belum,” katanya.

Pihaknya pun kini mencoba menyiasati dengan membangun pagar untuk menahan air apabila terjadi banjir bandang lagi. Mengingat saat banjir datang, kecepatan dan intensitas air sangatlah deras. “Benar-benar seperti disuntak dari atas airnya,” terangnya.

Pihaknya pun berharap segera ada solusi untuk hal ini. Mengingat banjir kerap kali menghantam rumahnya dan rumah-rumah tetangganya yang berdekatan dengan aliran air. “Kami harapkan pemerintah bisa memikirkan ini,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.