Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jelang Hari Jadi Ke-270, Benda Pusaka Kabupaten Blora Dijamas

0 115

MURIANEWS.com, Blora – Rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-270 Kabupaten Blora berlanjut. Terbaru, Pemkab Blora melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) melaksanakan prosesi jamasan pusaka kabupaten, Senin (9/12/2019).

Pelaksanaan jamasan pusaka yang dilangsungkan di lapangan tenis komplek rumah dinas bupati itu diawali doa bersama dan tumpengan. Dalam prosesi jamasan ini, pihak panitia menggandeng Yayasan Mahameru, Komunitas Pandemen Tosan Aji Toya Padasan, dan Komunitas Pandemen Tosan Aji Kuntul Ngantuk.

Usai doa bersama, Kepala Disporabudpar Blora Slamet Pamudji menyerahkan pusaka keris Kyai Bisma kepada Meiriko Nazamudin, salah petugas jamasan. Selain keris Kyai Bisma, benda pusaka lainnya yang dijamas adalah keris Kyai Segara Madu, dan beberapa keris lainnya, serta tombak. Semuanya dijamas satu per satu dengan air bunga, jeruk nipis, dan “banyu warangan” atau cairan khusus untuk mencuci pusaka logam.

Meiriko menyampaikan, air bunga dan jeruk digunakan untuk menghilangkan kandungan minyak yang ada di pusaka keris dan tombak yang terbuat dari logam. Sedangkan air warangan digunakan untuk membersihkan pusaka dari potensi karat.

“Warangan berguna membersihkan permukaan besi tosan aji (pusaka), sekaligus untuk lebih mempertajam pamor benda pusaka itu sendiri,” jelas Meiriko.

Sejumlah pusaka Kabupaten Blora yang dijamas. (MURIANEWS.com/Dani Agus)

Sesudah dipoles dengan warangan, guratan estetis batu meteor atau pamor dan inti baja pada benda pusaka, khususnya mata tombak dan keris akan menjadi tampak jelas dan terlihat kontras. Sehingga akan mudah dibaca dan dipahami apa arti pamor benda pusaka tersebut.

Kepala Dinporabudpar Slamet Pamudji menerangkan, bahwa jamasan pusaka ini tidak merupakan ritual spiritual. Namun lebih kepada upaya nguri-uri benda pusaka kabupaten.

“Tradisi jamasan yang dilakukan setiap menjelang Hari Jadi Kabupaten ini bukan sebuah agenda spiritual, melainkan lebih kepada agenda budaya. Lebih tepatnya sebagai upaya perawatan benda-benda pusaka peninggalan para leluhur Blora agar tidak rusak dimakan usia. Setelah dijamas, nanti malam semua pusaka akan dikirab agar masyarakat tetap mengenali peninggalan leluhurnya,” terangnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.